5 KESALAHAN DALAM MEMBUAT SATE KAMBING

Blora – Memasak Sate Kambing, ternyata tidak semudah kelihatannya. Tidak cukup hanya dengan membakar sate dalam bara api kemudian menyalutnya dengan nsaus kecap. Kesalahan memasak, dapat mengakibatkan sate kambing bertekstur alot dan tidak matang sempurna. Berikut ini lima kesalahan dalam memasak Sate Kambing.

 

Foto : Flickr.com

 

  1. Memasukkan terlalu banyak daging dalam tusukan sate.

Idealnya, satu tusuk sate harus berisi tiga potongan daging dan satu selipan lemak. Kesalahan ini lazim terjadi karena Sang Koki ingin agar cepat selesai. Memasukkan terlalu banyak daging hingga berjejal dalam satu tusukan dapat mengakibatkan sate tidak matang sempurna.

  1. Menggunakan tusuk sate yang tidak tepat.

Tusuk sate ideal berbentuk pipih, berupa bilah bambu yang cukup lebar dengan ujung yang runcing. Kulit bambu pada tusuk sate, baiknya tidak dikupas karena kulit bambu ini dapat menahan panas sehingga membuat proses pembakaran sate ideal.

  1. Cara memotong daging yang tidak tepat.

Cara tepat untuk memotong daging adalah dengan memotong searah dengan alur serat daging. Urat yang ada pada daging harus dipisahkan, sehingga daging tidak alot. Lemak yang ada pada daging dapat menambah cita rasa sate.

  1. Memilih daging yang tidak tepat.

Sate Kambing, idelanya terbuat dari daging has dalam atau has luar. Namun, dalam pembagian daging kambing kurban, tentu tidak bisa memilih jenis daging. Untuk meminimalisir kemungkinan daging alot, daging bisa diasinkan terlebih dahulu selama beberapa saat.

  1. Kesalahan pengolahan daging sate.

Sebelum dimasak menjadi sate kambing, daging idealnya harus dilayukan terlebih dahulu. Cara melayukan daging kambing adalah dengan merendam daging dengan Bawang Merah, Bawang Putih, Nanas, Jahe dan Kecap selama dua sampai tiga jam. Cara ini dapat membuat daging lebih empuk sehingga menghasilkan sate yang lezat.

Oleh : Solihati Suraban / BloraUpdates

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.