BENDUNG ISU SARA DALAM PEMILU 2019, POLRES BLORA RANGKUL TOKOH AGAMA




Jepon – Untuk memutus mata rantai radikalisme, dan membendung isu sentimen identitas Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) menjelang Pemilu 2019, Polres Blora merangkul tokoh agama dan tokoh budaya.

Kapolres Blora, AKBP Saptono memaparkan secara rinci tentang radikalisme dan tujuan akhir para penganut paham ini. Menurut Kapolres, penganut paham radikal memiliki kecenderungan untuk menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya.

 

Kapolres Blora AKBP Saptono dalam FGD Menangkal Radikalisme jelang Pemilu 2019, Selasa (14/08).

 

“Jadi, paham radikalisme selalu menuntut perubahan secara sosial dan politik dengan jalan keras,” papar Kapolres dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh agama dan budaya di aula Mr Green Seso Kecamatan Jepon, Selasa (14/08).

Lebih lanjut, Kapolres juga memaparkan berbagai ciri paham radikalisme. Menurut Kapolres, ciri pertama adalah intoleransi dan eksklusif. Selain itu, kaum radikalis juga bersikap revolusioner dan cenderung menggunakan kekerasan.

“Ada kecenderungan untuk merasa paling benar sendiri. Men-judge (menuduh) kelompok lain salah,” lanjut Kapolres dalam paparannya.

Hadir dalam FGD ini, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora KH Ali Muchdlor, dan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Blora, Nuril Anwar yang diwakili Kasi Haji Kemenag, Dwiyanto. Keduanya sebagai narasumber.

FGD bertajuk Menangkal Radikalisme Di Wilayah Kabupaten Blora Dalam Rangka Mengamankan Agenda Kamtibmas Menuju Pemilu Aman Dan Damai Tahun 2018/2019 ini diikuti perwakilan lintas agama, tokoh adat dan perwakilan organisasi masyarakat (ormas).

 

Reporter : Imanan

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.