fbpx

BLEKUTHUK – DESA JEGONG : GELEMBUNG AIR DI PUNCAK BUKIT




Mata air Blekhutuk

Mata air Blekuthuk terletak di Puncak Bukit Jegong Kecamatan Jati

Jegong (08.07.2016) Di sebelah selatan kecamatan Jati terdapat sebuah mata air di puncak bukit. Gelembung air yang muncul dari bagian dasarnya mengeluarkan bunyi-bunyi “blekuthuk-blekuthuk” sehingga masyarakat sekitar menyebut mata air ini dengan nama Blekuthuk.

Mata air Blekuthuk terletak di Bukit Jegong, desa Jegong kecamatan Jati. Dari perempatan Doplang menuju selatan, jarak tempuhnya kurang lebih setengah jam dengan kendaraan roda dua. Bloranews.com bergerak menuju mata air Blekuthuk untuk menyaksikan mata air “mendidih” tersebut.

Untuk menuju ke mata air Blekuthuk, pengunjung harus melewati hamparan lahan persawahan yang luas, kemudian menyeberangi sungai kecil dan mendaki kurang lebih seratus lima puluh meter untuk mencapai lokasi.




Air pada mata air Blekuthuk berwarna coklat terang dan menyemburkan gelembung-gelembung. Luas keseluruhan mata air Blekuthuk kurang lebih lima puluh meter persegi, dan kedalamannya rata-rata dua meter. Menurut tradisi masyarakat setempat, air pada mata air Blekuthuk dipercaya dapat mengobati beberapa jenis penyakit kulit seperti gatal-gatal dan kudis. Menurut sesepuh desa, pada jaman dulu masyarakat setempat membuat garam dapur dari mata air Blekuthuk.

Abdul Karman (47) pemerhati sejarah desa Jegong menuturkan bahwa asal mula terjadinya mata air Blekuthuk erat kaitannya dengan legenda Dampo Awang di Kabupaten Rembang.

“Dulu Dampo Awang berniat melamar putri Segara Gunung, namun ditolak. Putri Segoro Gunung menyabetkan selendangnya kepada rombongan Dampo Awang sehingga selendang sang Putri pun sobek dan hancur berkeping-keping. Beberapa kepingan selendang sang putri terjatuh di Puncak Bukit Jegong, kemudian muncullah mata air Blekuthuk ini“ tutur Abdul Karman kepada Bloranews.com.

Dewasa ini, mata air Blekuthuk banyak dikunjungi para siswa sekolah menengah di Kecamatan Jati. Di sekitar mata air Blekuthuk ini para siswa sekolah menengah melakukan outbond, selain karena tempatnya yang strategis di tempat tersebut para siswa juga akan mengenal sejarah tempat kelahirannya [.]

Reporter  : Sahal Makmur

Foto      : Az Zulfa

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.