BOLOS SEKOLAH DEMI WIFI GRATIS DI WARUNG KOPI TODANAN

Todanan – Warung kopi dengan fasilitas sambungan wifi gratis memang menarik jumlah pengunjung. Sayangnya, warung kopi tersebut dibuka pada jam-jam sekolah sehingga para siswa rela bolos sekolah demi ber-surfing ria di dunia maya melalui wifi gratis yang disediakan pemilik warung.

 

Fasilitas wifi gratis di warung kopi menjadi pemicu aktivitas bolos para pelajar di Todanan. sumber Ilustrasi : www.depok.go.id

 

Bloranews.com menelusuri kebiasaan buruk para pelajar ini dengan mewawancarai seorang pemiilik warung kopi ber- wifi gratis di kawasan Todanan.

Setidaknya, ada 4 lokasi warung kopi ber- wifi yang sering menjadi tempat langganan para pelajar di Todanan untuk bolos sekolah. Dua tempat di Desa Dalangan, dan lainnya di Jalan Todanan – Japah.

Sebut saja Fulan (33) pemilik sebuah warung kopi di Todanan mengatakan tiap hari pasti ada siswa sekolah yang membolos di tempatnya.

“Tiap hari ada saja, siswa sekolah yang membolos di warung ini. Mereka Cuma ngopi, ngerokok dan internetan,” ucap Fulan mengawali penuturannya, Rabu (06/12).

Fulan membuka usaha warung kopi ini sejak tahun 2011. Tiap hari sedikitnya ada tiga anak sekolah yang membolos di tempatnya. Dengan jujur, Fulan mengatakan tak hanya para siswa sekolah menengah atas yang nongkrong ditempatnya, tetapi juga anak-anak sekolah SMP / sederajat dan sejumlah oknum guru sekolah.

Beberapa tahun lalu, Fulan menambahkan fasilitas wifi gratis di warungnya. Akibatnya, warungnya bertambah ramai dengan anak-anak yang bolos sekolah.

Meski demikian, Fulan mengaku tidak nyaman dengan situasi ini. Menurutnya, warungnya yang ramai membuat sejumlah pihak merasa tidak senang. Selain itu, para pelanggan dari kalangan anak sekolah kerap kali tidak jujur.

“Banyak yang tidak jujur mas, ngambilnya rokok Djar*m ngakunya ngambil Suk*n. Saya rugi banyak kalau gini caranya,” keluhnya.

Fulan juga pernah didatangi seorang oknum guru dari sebuah sekolah di Todanan. Oknum guru ini menarik “bayaran”, disertai dengan perintah agar Fulan tidak menjual rokok.

“Tentu saja saya tolak mas, akhirnya guru ini melarang muridnya parkir kendaraan di warung saya,” lanjut Fulan.

Fulan juga merasa tidak nyaman dengan gunjingan tetangganya yang sering bilang, warungnya merupakan tempat anak bolos sekolah.

“Tapi mau gimana lagi, wong ini jalan rejeki saya lho mas. Monggo ditulis, tapi jangan sampai warung saya sepi gara-gara tulisan sampeyan ini,” pintanya kepada reporter Bloranews.com.

Reporter : Arif Syaifuddin

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.