fbpx

BUDIDAYA JOPER, KUATKAN BRANDING BLORA SEBAGAI KABUPATEN PETERNAKAN

Pelatihan budidaya ayam varietas Jowo Super (Joper) di Pondok Pesantren An-Nur Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Banjarejo- Peternakan ayam di Blora dinilai sebagai salah satu peluang ekonomi yang potensial. Pasalnya, Blora sebagai Kota Sate akan membutuhkan pasokan jumlah daging ayam yang tidak sedikit tiap harinya.

Hal ini mendorong dilaksanakannya pelatihan ternak ayam Jowo Super (Joper) di Pondok Pesantren An-Nur Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Blora. Pelatihan ini diikuti sedikitnya 30 peserta dari 10 Kecamatan se- Blora.

 

Pelatihan budidaya ayam varietas Jowo Super (Joper) di Pondok Pesantren An-Nur Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Blora.

 

“Dengan demikian branding Blora sebagai Kabupaten Peternakan semakin meningkat, selain sapi yang telah menjadi produsen terbesar di Jawa Tengah,” ucap Wakil Bupati Blora, Arief Rohman dalam sambutannya, Senin (12/11).

Ariefmenambahkan, jika hasil pelatihan maksimal, Pemkab Blora akan mencari investor guna membangun pabrik bibit ayam joper di Blora. Tak hanya itu, diharapkan kedepannya ada rumah potong ayam di Blora yang bersertifikat Halal

Pelatihan ini didukung oleh Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta sebagai upaya mendukung produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades). Agenda ini akan berlangsung dalam lima hari, mulai 12 November dampai 16 November mendatang.

Hanya saja, masih ada kendala peternakan ayam yakni sektor pembibitan. Untuk itu, Pemkab Blora melalui Baznas akan memberikan bantuan 70 ekor bibit ayam kepada setiap peserta pelatihan, sedangkan dari BBLM mendapatkan sebanyak 30 ekor bibit.

“Jadi ketika pulang pelatihan nanti masing-masing bisa membawa 100 bibit ayam serta pangan selama 2 bulan. Pelatihan ini kedua kalinya dilaksanakan di Blora, semoga nantinya bisa bermanfaat untuk mengembangkan ekonomi masyarakat,” jelas Kepala BBLM, Erlin Chaerlinatun. (hud)