fbpx

IPNU BLORA : KEPEMIMPINAN SANTRI TIDAK HANYA WACANA DAN RETORIKA




Tambakromo, Cepu  ( 21 / 12 / 2015 ) Blora Kota Para Pensiunan, stigma ejekan ini kerap kali membuat semangat perjuangan kabupaten Blora melambat. Dicitrakan dengan kota orang – orang sepuh yang tidak lagi memiliki tenaga untuk berkarya dan berpikir kreatif membuat kabupaten yang sarat potensi ini terasa statis dan lambat bergerak. Para pemuda Blora, di kota terjebak dengan hedonisme dan konsumerisme dan di desa mengalami kebingungan dalam mencari pekerjaan dan apatis dalam mengelola pertanian yang sebenarnya menjadi detak kehidupan perekonomian di Kota Jati ini.

IPNU BLORA : KEPEMIMPINAN SANTRI TIDAK HANYA WACANA DAN RETORIKA

MUHAJIR KETUA IPNU BLORA DAN BEBERAPA KEGIATAN IPNU BLORA

 

Redaksi Bloranews.com, menemui salah satu tokoh pemuda Blora, Pemimpin Organisasi Pelajar yang sampai hari ini bergerak, mendidik dan melakukan kegiatan kaderisasi di semua level pemuda Kabupaten Blora. Ahmad Muhajir ( 23 ) mewarisi darah pekerja keras dari ayahnya yang merupakan petani palawija di desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo. Berkiprah dalam dunia organisasi pemuda tidak membuat Ahmad Muhajir melupakan kehidupannya sebagai anak seorang petani yang harus turun ke lahan – lahan pertanian, dan kehidupan sebagai pengajar di salah satu sekolah menengah yang harus berinovasi dalam mencerdaskan anak bangsa di kecamatan Banjarejo. Berikut ini hasil diskusi reporter Bloranews.com dengan Ahmad Muhajir tentang desain pengembangan pemuda di Kabupaten Blora.

Keberadaan Pimpinan Cabang ( PC ) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora sudah ada sejak tahun ’50-an. Mengalami dinamisasi dalam kepemimpinannya sehingga sampai hari ini, sampai hari ini belasan ketua umum silih berganti memimpin organisasi sayap pelajar NU ini. Sejak tahun 2014, organisasi pelajar ini dipimpin oleh Ahmad Muhajir, meneruskan kepemimpinan M. Ulil Abshor ( Ketua PC IPNU Masa Khidmat 2012 – 2014 ). Berbekal visi besar “ Restorasi IPNU sebagai oragisasi pembelajar pelajar dan santri “ Ahmad Muhajir memulai kinerja organisasi dengan melakukan kegiatan sowan ( berkunjung dan mendengarkan saran ) dengan para senior Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora.

“ Pada mulanya, kami tidak melihat kabupaten Blora sebagai kabupaten yang tertinggal, setelah banyak mengunjungi senior – senior pemuda di Kabupaten Blora dan terjun langsung ke akar rumput kami melihat bahwa pemberdayaan pemuda masih dijalankan dengan tidak serius oleh pilar – pilar masyarakat kabupaten Blora. Kami melihat pengangguran yang luar biasa di desa – desa di Kabupaten Blora ” jelasnya.. Ahmad Muhajir memandang bahwa pengangguran merupakan permasalahan serius yang terjadi di Kabupaten Blora.

Menurut Ahmad Muhajir, pengangguran di Blora adalah dampak dari pengembangan pemuda dan remaja yang tidak serius. Sikap hedonis dalam menyikapi kehidupan pasca sekolah dan apatisme melihat potensi kabupaten Blora menjadi akar masalah pengangguran di Kabupaten Blora.

Menyadari hal ini, Ahmad Muhajir bersama rekan ( panggilan resmi ) pengurus IPNU di semua level secara serentak melaksanakan program pemberdayaan pemuda di Kabupaten Blora  melalui kegiatan pelatihan kader – kader, dengan fokus pada pembinaan kemampuan kepemimpinan dan kekaryaan.

“ Dalam bulan ini kami melatih para pelajar dan pemuda di Randublatung, Blora Kota, Todanan dan berbagai wilayah di Kabupaten Blora. Kami membina berbagai keahlian sebagai bekal kehidupan  di masa depan, kami melatih para pelajar pelatihan administrasi dasar, pelatihan manajemen pelatihan keahlian lainnya, seperti fotografi, jurnalistik, dan membuat film. Kami sadar keahlian ini akan menjadi kemampuan yang diperhitungkan untuk lima sampai sepuluh tahun kedepan “ Ujar Ahmad Muhajir de sela – sela pelatihan kepemimpinan kader pada hari ( 20 / 12 / 2015 ) di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Tambakromo Cepu.

Melaksanakan kepemimpinan dengan metode bersama dan setara membuat tidak ada sekat antara pemimpin organisasi dengan anggota organisasi. Bersama artinya kebijakan mendasar organisasi diputuskan dengan jalan musyawarah bersama dan setara berarti menghapus sekat – sekat hirarki sehingga para anggota organisasi tidak segan menyumbangkan saran dan gagasan demi kemajuan organisasi lebih jauh kemajuan pemuda dan pelajar Blora.

Berorganisasi, bagi Ahmad Muhajir adalah sebuah kehidupan keras yang dia pilih. Mengakhiri diskusi Ahmad Muhajir mengutip moto hidup yang selalu menjadi inspirasinya. “ Jika kita kita tidak keras pada kehidupan, kehidupan akan keras pada kita” tegasnya mengakhiri diskusi.

Reporter          : Amin Mahrus Saifudin

Fotografer        : M. Tohirin

 

 

PROFIL AHMAD MUHAJIR

Nama          : Ahmad Muhajir




Organisasi  : Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Blora Masa Khidmat 2014 – 2016

Domisili      : Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo – Blora

 

Pengalaman Organisasi

  1. Presiden BEM STAI Al Muhammad Cepu periode 2010
  2. Mapala Gibraltar periode 2011
  3. Kelompok Tani Sendangwungu   periode 2012
  4. Pengurus PC PMII Blora  periode 2013
  5. Ketua PC IPNU Blora periode 2014

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.