KEBUTUHAN POKOK BELUM TERPENUHI, MAU JADI KOTA SASTRA ?




Blora – Gelaran Festival Cerita Dari Blora, diakui merupakan satu langkah untuk membumikan tradisi sastra di Blora. Bagi Soesilo Toer, kebutuhan akan sastra merupakan kebutuhan level ketiga (tersier), saat kebutuhan utama telah terpenuhi.

“Untuk membangun itu (Kota Sastra) saya kira ga mudah, perlu kesadaran. Terutama, manusia Blora harus menjadi (warga) negara primer, kalau belum, berat,” ujar adik kandung Pramoedya Ananta Toer ini, di Perpustakaan Pataba, Kamis (13/09).

 

Soesilo Toer berpendapat, untuk menjadi Kota Sastra, warga Blora harus tuntas dalam urusan kebutuhan pokok terlebih dahulu. Foto : Twiter cerita dari Blora

 

Meski demikian, Soesilo secara tersirat mengapresiasi langkah Pemkab yang berupaya menjadikan Blora sebagai Kota Sastra. Pendiri Perpustakaan Pataba ini mengingatkan agar pemerintah serius dan konsisten untuk mewujudkan mimpi tersebut.

“Belum semua orang Blora mempunyai pakaian, makanan, rumah, belum kan ? Apa lagi jadi kota sastra yang merupakan negara tersier, negara tingkat tiga,” lanjutnya.

Festival Cerita Dari Blora, akan berlangsung hingga Sabtu (15/09) mendatang. Sejumlah kegiatan bernuansa sastra digelar dalam festival ini. Beberapa diantaranya, dilaksanakan di rumah masa kecil Pramoedya.

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.