fbpx

LEBIH DEKAT DENGAN PELAKU PEMBAKARAN MAYAT DI SENDANGWATES KUNDURAN




Blora – Tenang dan seolah tanpa penyesalan, demikian penampilan yang ditunjukkan Kristiyan Ari Wibowo (31), pelaku pembunuhan terhadap Ferin Diah Anjani (21). Pengakuannya, menyingkap tabir misteri yang menyelubungi penemuan mayat wanita hangus di Blora.

Dengan tenang, pria ini menanggapi sejumlah pertanyaan awak media saat konferensi pers di Mapolres Blora. Meskipun, untuk berdiri pria ini harus dipapah dua anggota kepolisian lantaran kakinya terluka.

“Kita kenal di Instagram, kemudian kita janji ketemuan di hotel hari Selasa (31/07),” papar Ari, sapaan Kristiyan Ari Wibowo, dengan tangan terikat, Rabu (08/08).

 

Kristiyan Ari Wibowo (31), tersangka pembunuhan terhadap Ferin Diah Anjani dalam konferensi pers di Mapolres Blora, Rabu (08/08).

 

Kristiyan Ari Wibowo lahir di Desa Kodokan Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora pada 22 Februari 1987. Saat ini, dia telah menikah dan memiliki seorang anak yang tinggal di Bali. Sebagai kepala rumah tangga, profesi Ari cukup membanggakan, yaitu manajer sebuah hotel di Semarang.

Dalam konferensi pers siang tadi, Kapolres Blora AKBP Saptono mengungkapkan kronologi pembunuhan yang dilakukan Ari. Usai dibacakan kronologi, Kapolres mempersilakan awak media bertanya langsung kepada Ari.

Menurut pengakuannya, dia harus merogoh kocek hingga Rp. 3 juta rupiah untuk membujuk korban agar bisa bertemu di hotel.

“Tarif dia Rp. 3 juta, dan dibayar di muka, itu untuk long time (layanan seks semalaman),” jelasnya.

Ari mengaku terbelit hutang yang tidak sedikit. Sehingga, saat itu pikirannya hanya terfokus pada pembayaran angsuran hutang-hutangnya.

“Untuk bayar angsuran. Angsuran tiap bulan, sebesar Rp. 2,1 juta. Selain itu ada juga hutang-hutang yang lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ari juga pernah melakukan perbuatan serupa di tahun 2011. Saat itu, dia mengenal korban pertamanya melalui seorang germo.

 

Reporter : Imanan

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.