MENGADU NYALI DI JALAN KUNDURAN – DOPLANG

Jalan Kunduran – Doplang mengalami kerusakan parah sepanjang lebih dari tiga kilometer. Ada banyak lobang yang membahayakan pengguna jalan di lintasan tersebut. Pemandangan jalan rusak di Kunduran – Doplang ini sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi jalan penghubung antar kecamatan lain di Kabupaten Blora.

 

Jalan Kunduran Doplang mengalami kerusakan parah sepanjang lebih dari 3 kilometer.

 

Setiap hari, Sriyatun (27) seorang warga Desa Doplang Kecamatan Jati yang bekerja  di perusahaan di kawasan Kecamatan Todanan melewati jalan Kunduran – Doplang, karena dari rumahnya menuju tempat kerja ia harus melewati jalan ini mulai bulan Agustus 2016.

Dalam penuturannya kepada Bloranews.com, kerusakan jalan Kunduran – Doplang bisa dibilang sangat bervariatif. Mulai dari jalan berlobang, aspal yang mengelupas di banyak titik sampai batu yang bermunculan bisa mengejutkan pengguna jalan kapan saja.

Menurut wanita pengguna jalan ini, ada banyak keluhan mengenai kerusakan di jalan Kunduran – Doplang ini melalui sosial media. Namun, tampaknya keluhan itu tidak direspon dengan serius oleh para pengambil kebijakan di Kabupaten Blora.

Ia menambahkan, daripada merasa tersiksa setiap hari, berharap dari ketidakpastian dari para pengambil kebijakan di Kabupaten Blora, saya menggunakan sudut pandang lain. Ia berpendapat, melewati jalan rusak Kunduran – Doplang adalah ujian keberanian dan ketabahan bagi pengguna jalan.

Setiap lobang yang ada adalah bentuk kasih sayang yang mengingatkan pengguna jalan untuk tidak berkendara dengan ugal – ugalan. Dengan menggunakan sudut pandang itu, ia berharap para pengguna jalan menjadi golongan orang-orang yang tabah dan sabar. Sehingga mendapatkan pahala dari melewati jalan yang penuh rintangan dan ujian itu.

Reporter : Fawaidi M.

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.