MENIKMATI SAJIAN REVOLUSI DI CAFE 33 BLORA

KOTA (05/01/2016) Makanan dan jajanan berpengawet, saat ini telah banyak menyebar di berbagai lingkungan kehidupan kita. Berapapun dosisnya, sedikit ataupun banyak pengawet dan pewarna makanan secara pelan – pelan akan mengendap dalam tubuh penikmatnya. Kenyataan ini, membuat kita menyadari betapa pentingnya mengkonsumsi makanan dan jajanan yang sehat dewasa ini. Jika anda pemburu kuliner, dan mencari kuliner yang sehat, Cafe 33 dapat menjadi salah satu alternatif pilihan destinasi anda.

Cafe 33 terletak di Jalan Sumodarsono nomor 33 Mlangsen Kecamatan Kota Blora dan dinahkodai langsung oleh sang pemilik, Kang Eko Arifianto. Dinaungi pepohonan yang rindang, membuat kita betah berlama – lama menghabiskan waktu di tempat unik ini. Goresan grafiti dan mural menyambut pengunjung Cafe 33, sebagian besar bertema revolusi kerakyatan atau siluet tokoh – tokoh revolusi dunia. Pertama kali mengunjungi tempat ini, anda akan mendapatkan sensasi seolah – olah anda berada di tengah – tengah para pejuang.

 

Cafe 33 Eko Arifianto

Cafe 33 terletak di Jalan Sumodarsono nomor 33 Mlangsen Kecamatan Kota Blora

 

Bagi anda yang tertarik dengan buku – buku yang progresif, anda dapat menikmati sajian – sajian rakyat ala Cafe 33 sambil membaca koleksi buku langka yang tersedia di Cafe ini. Di tempat yang sama, terdapat etalase souvenir khas Blora. Anda bisa mendapatkan kaos – kaos bertema pejuang revolusi di Blora dan dunia. Kaos – kaos istimewa ini dibuat secara hand-made dengan label Samijoyo All Star. Keduanya, Cafe 33 dan Samijoyo All Star dikelola secara mandiri oleh Kang Kokok (39), panggilan akrab Eko Arifianto.

 

pemilik cafe 33

Eko Arifianto pemilik cafe bersama penulis soesilo toer

 

Selain dapat memuaskan lapar dan dahaga, berkunjung ke tempat ini anda dapat berdiskusi dengan para seniman yang berkumpul di tempat ini. Seniman dengan latar belakang yang beragam dapat menjadi teman berdiskusi yang menarik untuk membicarakan banyak hal sembari menikmati alunan lagu-lagu dari sound system. Jika anda berkunjung pada akhir pekan, Cafe 33 sering kali menyuguhkan penampilan dari kawan-kawan pemusik pribumi dengan talenta yang tidak mengecewakan. Pilihan musik yang ditampilkan cukup variatif.  Mulai dari dangdut koplo jalanan, slow rock sampai keroncong. Biasanya para kelompok musik main bergantian sesuai jadwal untuk menemani para pengunjung menikmati setiap hidangan yang disajikan.

 

cafe 33 suguhan musik dari kawan-kawan pemusik pribumi

Suguhan musik dari kawan-kawan pemusik pribumi

 

Menu makanan dan minuman yang disajikan di Cafe 33 merupakan hidangan yang sering kita dapati ketika kita berkunjung ke desa – desa di Blora. Sebut saja walangan/cakarayam, makanan kecil yang terbuat dari potongan ubi rebus yang digoreng dengan tepung. Setiap gigitan walangan terasa renyah dan manis, membuat kita enggan berhenti menikmatinya. Butir – butir biji trembesi/mindik yang gurih dengan aroma yang khas, ditemani secangkir kopi kothok hitam dapat menjadi teman membaca buku – buku perjuangan.

 

menu pilihan khas desa

Sajian cafe 33 Mlangsen Blora

 

Di tempat ini juga, revolusi dijalankan oleh pemiliknya, Kang Kokok dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat kecil atau mereka yang mendapatkan perlakuan diskriminasi. Mbah Suwono, salah seorang warga Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung juga pernah berkonsultasi karena mendapatkan perlakuan tidak adil dari otoritas pengelola hutan di Kabupaten Blora. Banyak hal yang dilakukan oleh Kang Kokok dalam mendampingi Mbah Suwono. Melalui lembaga masyarakat GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat), Kang Kokok bersama kawan-kawannya mendampingi Mbah Suwono untuk memulihkan kembali hak – haknya sebagai warga negara.

 

Di tempat ini juga, revolusi dijalankan oleh pemiliknya, Kang Kokok dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat kecil atau mereka yang mendapatkan perlakuan diskriminasi. Mbah Suwono, salah seorang warga Desa Tanggel

Eko Arifianto pemilik cafe bersama Mbah Suwono, salah seorang warga Desa Tanggel

 

Konsistensi Cafe 33 untuk menyuguhkan sajian sehat terbukti dengan menu yang ditampilkan. Anda dapat memesan sajian wedang Sari Jahe, Sari Kunir atau Sari Temulawak yang segar. Uniknya, wedang-wedang ala Cafe 33, dibuat dengan bahan-bahan yang ditanam di lereng pegunungan Kendeng Utara yang cara pengolahannya belajar dari sedulur-sedulur KPPL (Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan) “Simbar Wareh”, Sukolilo, Pati Selatan. Karena dalam proses pengekstrakannya tidak menggunakan bahan pewarna, pengawet dan pemanis buatan, maka ketika menjadi minuman setiap tegukannya menjadi terasa segar dan menyehatkan.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Cafe 33 adalah selepas maghrib setiap harinya. Anda dapat menikmati setiap hidangan dengan cara lesehan atau menyendiri browsing internet menggunakan fasilitas free WiFi di depan paviliun yang ada di salah satu sudut cafe ini. Menikmati malam dengan sajian dan suasana Cafe 33 akan menjadi salah satu cara istimewa untuk menikmati waktu istirahat anda setelah seharian bekerja. Selamat berkunjung !

Reporter          : Alifiyanto Adhi Prasetyo ( Aliph Bengkong )

Fotografer        : Koleksi Sariman Lawantiran

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.