MUSIM HUJAN, 5 KECAMATAN BERPOTENSI TERDAMPAK BANJIR PERKOTAAN




Blora – Lima kecamatan di Kabupaten Blora berpotensi terdampak banjir. Untuk mengurangi resiko yang ada, BPBD (Badan Penaggulangan Bencana Daerah) Blora menghimbau warga melakukan sejumlah langkah pencegahan banjir yang berpotensi terjadi pada pemukiman padat di kawasan perkotaan.

 

Membuang sampat pada tempatnya merupakan bagian dari cara pencegahan terhadap Banjir.

 

Agung Tri dari TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD Blora mengatakan lima kecamatan dengan resiko tinggi terdampak banjir perkotaan diantaranya, Kecamatan Blora Kota, Kunduran, Cepu, Randublatung dan Ngawen. Penyebab banjir adalah pendangkalan saluran air dan air limpasan yang tak dapat terserap tanah.

“Bila terjadi hujan lebat berdurasi lebih dari satu jam pada kawasan pemukiman padat penduduk di kecamatan itu, besar kemungkinan akan terjadi banjir. Ini karena adanya tumpukan sampah dan sedimentasi (endapan) lumpur yang ada di saluran air kawasan tersebut. Selain itu, air limpasan yang tidak diserap akan mengalir ke kawasan yang lebih rendah,” jelas Agung, Jumat (27/10).

Pencegahan banjir perkotaan ini dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan membersihkan selokan air dari sampah maupun endapan lumpur, membuat lobang biopori serta pembuatan pintu air dan rumah pompa di kawasan padat penduduk yang dekat dengan aliran sungai.

“Ketika hujan, hanya 30 persen air yang dapat diserap tanah dan sisanya run off (air limpasan) yang mengalirke pemukiman. Kunci utama pencegahan adalah memastikan saluran air lancar tidak tersumbat. Selanjutnya dengan membuat lobang biopori untuk membantu air terserap,” lanjutnya.

Untuk pintu air dan rumah pompa, dibangun di wilayah yang bersinggungan dengan sungai. Untuk melakukan langkah-langkah ini, menurut Agung, perlu kerja sama yang baik antara masyarakat di kawasan rawan baniir, pemerintah serta sektor swasta.

Reporter : Fawaidi M / TRC BPBD Blora

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.