PELAKU PEMBAKARAN MAYAT DIDUGA MENGIDAP ORIENTASI SEKS TAK WAJAR



Blora – Tersangka dalam kasus mayat wanita hangus, Kristiyan Ari Wibowo (31), diduga mengidap orientasi seksual tak wajar, Bondage Dominance Sado-Masochism (BDSM). Kelainan ini ditengarai mendorong tersangka untuk membunuh korban, Ferin Diah Anjani (21).

Orientasi seksual tak wajar, BDSM, lekat dengan kekerasan. Dalam orientasi ini, pasangan yang melakukan hubungan seksual dengan peran budak dan penguasa. Dalam hal ini, korban berperan sebagai budak, sedangkan tersangka berperan sebagai penguasa.

“Awalnya di-WA, ia mau diajak berfantasi. Jadi, saya siapkan lakban untuk mengikat tangan dan kakinya,” jelas Ari, sapaan akrab Kristiyan Ari Wibowo, dalam konferensi pers di Mapolres Blora, Rabu (08/08).

 

Kristiyan Ari Wibowo (31) tersangka dalam kasus mayat wanita hangus, diduga mengidap orientasi seks yang tak wajar.

 

Sebelum melakukan seks, Ari mengikat tangan korban dengan menggunakan lakban. Saat diikat tangannya, korban masih menurut. Namun, saat kaki korban diikat, korban mulai memberontak bahkan berteriak sehingga membuat tersangka panik.

“Tangan saya digigit. Karena dia teriak, saya takut didengar orang, jadinya saya cekik dan dekap hidungnya pakai bantal,” lanjut Ari dengan ekspresi tenang.

Dalam kesempatan itu, tersangka juga mengakui perbuatan serupa yang dilakukannya pada 2011 silam. Hingga saat ini, kepolisian masih menyelidiki kemungkinan adanya korban selain Ferin.

Kekerasan yang dilakukan tersangka, membuat banyak kalangan menyangsikan alasan butuh uang yang diuangkapkannya. Sehingga, keterlibatan praktisi kejiwaan dirasa penting untuk menyibak motif tersangka yang sebenarnya.

“Ya perlu, nanti kita datangkan ke Polres. Psikolog,” ucap Kapolres Blora AKBP Saptono usai konferensi pers, seperti dikutip NTMC Polri, Kamis (09/08).

 

Reporter : Abdul G

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.