PERANGKAP UDANG DARI KARANG TENGAH : BERPACU DENGAN WAKTU

Karang Tengah, Ngawen ( 28 / 12 / 2015 ) Di desa – desa di Blora, anak – anak selalu memiliki cara untuk menghabiskan masa liburan dengan bermain di sungai. Mungkin, anda di masa kecil juga memiliki kegemaran yang sama, menghabiskan waktu di sungai dengan teman – teman untuk mengisi waktu liburan. Di sungai, mereka berenang, memancing ikan dan banyak hal menyenangkan yang mereka kerjakan di sana. Bagi anak – anak desa, sungai adalah wahana bermain yang tak habis dijelajahi.

Demikian juga dengan anak – anak di desa Karang Tengah, Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Derasnya aliran sungai di musim penghujan, tidak menyurutkan tekad mereka untuk bermain dan bergembira bersama teman – teman sebayanya. Tentu saja, banyak orang tua mereka khawatir dengan derasnya aliran sungai, mereka khawatir jika anak – anak akan bermain di sungai yang dalam. Tapi, anak – anak desa Karang Tengah adalah perenang yang hebat, sungai yang dalam telah mereka taklukan. Bagi anak – anak desa Karang Tengah, tidak ada yang perlu ditakutkan selagi mereka bermain bersama.

masa berlibur sekolah anak anak di blora

masa berlibur sekolah anak anak di blora

Tidak hanya di desa Karang Tengah Kecamatan Ngawen, kekayaan alam Blora yang berlimpah membuat liburan menjadi sangat menyenangkan. Ragam pilihan jelajah alam tersebar di seluruh wilayah kabupaten Blora. Mulai dari mendaki terjalnya bukit pencu di Bogorejo, wisata ziarah di banyak Makam Bersejarah dan bermain sepuasnya di banyak sungai di Blora.

Di desa Karang Tengah Kecamatan Ngawen, banyak anak – anak yang menghabiskan waktu di sungai dengan menjadi pemburu udang. Salah satu dari pemburu udang adalah Taufik ( 14 ). Bersama dengan teman – temannya, Taufik berburu udang di sungai di desa Karang Tengah. Udang yang telah diperoleh biasanya dibawa pulang sebagai pelengkap lauk – pauk untuk makan siang. Jika sedang tidak ingin makan siang dengan lauk Udang Goreng, taufik bisa menjual udang hasil tangkapannya di warung – warung makan terdekat. Untuk satu bungkus udang sungai, Taufik bisa mendapatkan uang lelah sebesar lima ribu rupiah. Jumlah yang lumayan untuk tambahan uang saku.

masa berlibur sekolah anak anak di blora

masa berlibur sekolah anak anak di blora

Mulai berburu pada sore hari, berbekal bubu sebagai senjata perburuan. Taufik biasa membuat bubu sendiri, dengan menggunakan bambu yang tumbuh di belakang rumahnya. Bubu dipasang sebelum maghrib di dangkalan sungai berlawanan dengan arus aliran sungai. Dalam sebuah aliran sungai, biasanya dipasang tujuh sampai sepuluh bubu.

Selepas isyak atau sekitar pukul sembilan malam, taufik kembali ke sungai untuk membenahi bubu yang biasanya mulai terombang – ambing oleh derasnya aliran sungai. Sembari memeriksa jumlah yang udang yang telah terperangkap, sesekali Taufik juga membersihkan bubu dari daun – daun bambu yang memenuhi bagian dalam bubu.

masa berlibur sekolah anak anak di blora

masa berlibur sekolah anak anak di blora

 

Menjelang subuh, anak ke empat dari lima bersaudara ini memanen hasil buruan dalam semalam. Dalam musim hujan yang tidak terlalu deras, Taufik bisa memanen lima puluh sampai seratus ekor udang dengan ukuran sedang dan ratusan udang ukuran kecil. Taufik sangat menikmati hobi ini, selain sebagai hobi, berburu udang juga menjadi kegiatan yang dapat menambah uang saku.

Menurut Taufik, udang sungai tidak akan habis dipanen. Selagi air masih mengalir di sungai – sungai di Karang Tengah udang akan tetap tersedia, lebih – lebih jika banjir tiba, udang akan semakin melimpah.

Anda tertarik dengan berburu udang ? atau bermain di sungai ? apapun pilihan anda, menghabiskan waktu liburan di Blora adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Dengan keragaman hayatinya yang beragam anda tidak akan kehabisan destinasi untuk menghabiskan waktu liburan. Selamat berlibur !

Reporter          : Annisa Utami ( autami@gmail.com )

Fotografer       : Aliph Bengkong

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.