PESANTREN DAN KEARIFAN LOKAL




Setiap masuk bulan Oktober sejak tahun 2015, melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang 22 Oktober sebagai Hari Santri, sejak saat itu pula banyak karya-karya anak bangsa ini yang bertebaran di media masa, baik cetak maupun online.

Media online biasanya bersifat akun pribadi maupun group. Seperti group facebook, whatsapp hinga twitter. Sebagaimana yang terlihat pada awal bulan ini, hampir seluruh tampilan di akun facebook penulis isinya tentang Hari Santri.

Mulai dari tukang becak hingga pejabat semuanya memajang foto atau meme Hari Santri, dari ungkapan bangga hingga ungkapan luar biasa untuk bangsa ini.

Artinya, perlu digarisbawahi oleh semua pihak, ini bisa menjadi bukti rentetan catatan sejarah, bahwa bangsa ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran aktif santri dan pesantren sebelum dan pasca kemerdekaan.

Ahmad Mundir, pemerhati budaya Pesantren dan Islam di Nusantara.

Ahmad Mundir, pemerhati budaya Pesantren dan Islam di Nusantara.

Meski ada yang masih menyakini, bahwa kemerdekaan bangsa ini adalah sebuah hadiah, namun bagi pesantren dan santri, keyakinan itu ada benarnya dengan makna hadiah yang perlu disyukuri bersama.

Sebab, kemerdekan merupakan nikmat yang luar biasa dari Allah. Artinya, hadiah di sini bermakna nikmat. Nikmat bebas dari penjajah, penindas, keserakaahan dan kebebasan dalam segala hal.

Walau terkadang masih ada saja yang meninggalkan kesan kelewat batas, namun tetap perlu diamini. Pasti semua itu ada pelajaran untuk semuanya.

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.