PESANTREN DAN KEARIFAN LOKAL



Ngomong-ngomong soal pesantren, ada yang menarik dari kebiasan santri di pesantren dan hampir semua santri di pelbagai pesantren melakukan kebiasan tersebut, kebiasan apa itu?Ngeliwet jawabanya, sebuah bentuk kegiatan memasak nasi yang paling sederhana.

Pola yang sederhana ini, bisa menjadi alasan kebanyakan santri memilih ngeliwet menjadi hal yang tidak bisa lepas dari mereka, untuk memenuhi kebutuhan makannya. Walau masih ada yang tidak sadar kegiatan tersebut memiliki kesan dan pesan tersirat.

Entah kapan kebiasan itu mulai beredar di pesantren. Ungkapan ini mungkin tepat, di mana ada pesantren, disitu ada santri yang hari-harinya tidak bisa dilepaskan dari kegiatan ngeliwet.

Sebagaimana yang ditemui penulis pada tahun 2000-an, kebiasan ngeliwet masih saja menjadi primadona sebagian besar santri.

 

santri ngliwet

santri ngliwet

 

Meski di tahun ini, sudah ada yang berpindah kelain hati, yakni nge-kos alias makan nasi tanpa ngos-ngos.Sebab, kalau kos tidak repot. Tinggal bilang,“Bu makan ! Udah lapar ini”

Tentu beda dengan mereka yang ngeliwet, mau makan aja butuh perhatian kusus. Mulai mikir dari beras, air, panci, belum lagi nanti kalau uang sakunya udah nipis.

Saat mendesak seperti itu, santri mulai dibuat berfikir seribu satu macam cara. Satu sisi ia harus tetap menjadi santri yang takdzim (alias taat peraturan).

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.