fbpx

POLITISI INGKAR JANJI, BUPATI KOKOK: GRAGALI OMAHE!!!

Bupati Blora, Djoko Nugroho memberikan sambutan di acara Peringatan Maulid Nabi Muhammdad SAW di Desa Sempu Kunduran Blora
Bupati Blora, Djoko Nugroho memberikan sambutan di acara Peringatan Maulid Nabi Muhammdad SAW di Desa Sempu Kunduran Blora

Kunduran- Kerapkali para politisi lupa janji politiknya, tentu membuat mayoritas masyarakat jengkel dan kecewa. Hal itu terjadi juga dengan Bupati Blora, Djoko Nugroho yang secara eksplisit melontarkan kekecewaannya di hadapan jamaah pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sempu Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora, Minggu (18/11) malam.

Nek ono DPR koq lali daerahe, gragali omahe. Aku dhewe yo gregeten. Ono DPR sing milih lan ndadekno ki wong Mblora barang, tapi blas, Blora gak diopeni, gak tau ning Blora. Ngono iku, gragali omahe. (Kalau ada DPR lupa daerahnya, lempari rumahya. Saya sendiri jengkel. Ada DPR yang milih dan menjadikan itu juga orang Blora, tapi sama sekali tidak diperhatikan, tidak pernah ke Blora. Yang seperti itu, lempari rumahnya, red),” ujarnya tanpa menyebut nama DPR yang dimaksud.

 

Bupati Blora, Djoko Nugroho memberikan sambutan di acara Peringatan Maulid Nabi Muhammdad SAW di Desa Sempu Kunduran Blora
Bupati Blora, Djoko Nugroho memberikan sambutan di acara Peringatan Maulid Nabi Muhammdad SAW di Desa Sempu Kunduran Blora

 

Kegeraman Bupati yang akarab disapa Kokok ini sangat nyata terlihat. Hal itu bukan hanya tampak dari ekspresinya saja berpidato saat di panggung, tetapi Ia sampai lima kali mengulang kata “gragali omahe” terhadap politisi berperilaku ingkar janji.

Kokok berharap, para warga masyarakat di Blora benar-benar konsisten untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2019 yang akan datang. Meskipun, menurutnya Pemilu 2019 merupakan pemilu paling rumit di dunia dan “akherat”. Pasalnya, kata dia, satu pemilih akan disuguhi dengan lima kartu suara, yang masing-masing berbeda.

“Harus diingat ya, nanti surat suara yang tidak ada gambar potonya, itu harus dibaca betul. Partainya apa, calonnya yang mana nomor berapa, diteliti nama-namanya, karena tidak ada potonya,” tandas Bupati yang menjabat periode kali kedua ini.

Diketahui, malam itu, Bupati Kokok bisa dikatakan mendadak jadi “penyelenggara pemilu”. Pasalnya, penyampaian pidatonya, tak jauh berbeda layaknya sosialisasi pemilu yang sering dilakukan oleh penyelenggara pemilu. (one)