SEJARAH PANJANG GEREJA KAPAL

Gereja Kapal Blora

Gereja Paroki Santo Pius X Blora dikenal dengan nama Gereja Kapal

Blora- Di Blora terdapat sebuah bangunan yang bernama Gereja Kapal. Dinamakan Gereja Kapal karena memiliki bentuk bangunan yang menyerupai bahtera besar di tengah kota. Lokasinya berada di jalan Pemuda nomor 43 Blora Kota, bersebelahan dengan Kantor Korps Polisi Militer Blora.

Gereja Kapal merupakan Gereja Paroki (Gereja Induk yang membawahi beberapa stasi / gereja kecil) dengan nama resmi Gereja Katolik Santo Pius X Blora. Sejarah panjang mewarnai perjalanan gereja ini. Sejak dekade ’60-an, gereja ini menjadi saksi sejarah perkembangan umat katolik di Kota Sate.

Sejarah gereja kapal dimulai bahkan sebelum dekade ’60-an, pada saat umat katolik Blora masih berjumlah sedikit. Saat itu, Blora merupakan stasi dari wilayah Paroki Cepu. Saat itu, umat katolik Blora hanya memiliki sarana sekolah yang terletak di jalan Ahmad Yani. Sekolah tersebut sekarang dikenal dengan nama SMA Katolik Wijaya Kusuma. Kegiatan peribadatan katolik dilaksanakan di salah satu ruang kelas di sekolah tersebut.

Tahun 1968 jumlah umat katolik semakin berkembang sehingga dibutuhkan tempat peribadatan yang lebih luas. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan bangunan gereja adalah jalan Pemuda no 43 Blora. Pada bulan Oktober tahun yang sama mulai dibangun ruang ibadah yang merupakan bangunan utama kompleks gereja. Pembangunan ini selesai pada tahun 1969.

Dengan dibangunannya ruang ibadah tersebut, Kota Blora menjadi wilayah Paroki yang dipimpin oleh seorang pastor. Secara resmi, ruang ibadah itu diberi nama Gereja Katolik Santo Pius X Blora. Nama Santo Pius X diambil dari nama pemimpin agama katolik (Paus) asal Italia yang melayani para rakyat jelata.

Pada tahun 1982 terjadi kebakaran hebat yang melahap bagian atap gereja. Kejadian tersebut terjadi pada malam paskah, sehingga peribadatan umat dialihkan di Markas Kodim 0721 Blora. Renovasi pun dilakukan setelah kebakaran hebat tersebut.

Arsitek gedung Gereja Kapal adalah Romo Yulius Bilyarta Mangunwijaya. Dalam tradisi kekristenan, Kapal merupakan lambang dari gereja Tuhan yang menyelamatkan manusia dari gelombang kesultitan dan tantangan jaman. Gereja Kapal Blora memiliki dua aspek tak terpisahkan, keanggunan arsitektur dan kedalaman makna spiritual [.]

Editor              : Sahal Makmur

Foto                 : M. Eko Hadi

Sumber            : Perencanaan Kembali Gereja Katolik Santo Pius X Blora (Teguh Santoso : Fak. Teknik Arsitektur Univ. Kristen Petra Surabaya / 1983)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.