STAI KHOZINATUL ULUM BLORA BUKA TUJUH PROGRAM STUDI

Blora – Menjawab kebutuhan jaman akan akademisi yang profesional, STAI Khozinatul Ulum melebarkan sayap dengan membuka tujuh program studi (prodi). Langkah ini memantapkan Kampus Khozin (julukan STAI Khozinatul Ulum –red), sebagai salah satu Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) terbaik se- Kabupaten Blora.

Hal ini disampaikan Pembantu ketua (Puket) 1 STAI Khozinatul Imam Ali Bashori di sela-sela kegiatan kuliah kunjung Studi Naskah Khazanah Tafsir Nusantara di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Rabu (14/02).

 

Kunjungan mahasiswa STAI Khozinatul Ulum di pusat kajian manuskrip ulama nusantara di IAIN Surakarta, Rabu (14/02).

 

“Selain menyelenggarakan prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT), Kampus Khozin juga membuka prodi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), PIAUD  (Pendidikan Islam Anak Usia Dini), MBS (Manajemen Bisnis), EKOS (Ekonomi Syariah), PBS (Perbankan Syariah), dan PAI (Pendidikan Agama Islam),” ucapnya kepada Bloranews.com

Inovasi dalam menyampaikan materi perkuliahan juga terus dilakukan. Selain dengan metode ceramah di ruang kelas, mahasiswa juga kerap mendapatkan materi kuliah dengan metode kuliah kunjung dengan menghadirkan akademisi yang kompeten dibidangnya sebagai pembicara.

Dalam kuliah kunjung dengan tema Studi Naskah Khazanah Tafsir Nusantara kali ini, mahasiswa Kampus Khozin mengikuti paparan dari peneliti manuskrip ulama nusantara Islah Gusmian.

Islah Gusmian memiliki koleksi sebanyak seratus eksemplar manuskrip kuno dan lebih dari tujuh ratus eksemplar naskah karya ulama nusantara dalam bentuk digital. Peserta kuliah kunjung diberi kesempatan melihat langsung koleksi tersebut.

Beberapa manuskrip yang menjadi perhatian peserta kuliah kunjung antara lain, naskah Tabshirah dan Tabyin al Ishlah karya KH Ahmad Rifai, Tafsir al Asrar karya Haji Habibuddin dan naskah-naskah tulisan Hamzah Fansuri.

Reporter  : Niam Jamil

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.