fbpx

WABUP ARIEF APRESIASI GERAKAN WAKAF 1000 MUKENA




Blora-  Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Blora menggelar launching wakaf seribu mukena, Jumat (8/6/2018) untuk seluruh masjid dan mushola yang berada di tepi jalur pemudik.

Acara launching dilaksanakan di pendopo rumah dinas Bupati Blora dengan mengundang takmir masjid dan mushola dari berbagai wilayah di kabupaten Blora, turut hadir dalam acara tersebut wakil Bupati  H.Arief Rohman M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Blora KH Nuril Anwar SH, MH, jajaran Forkopimda, perwakilan MUI dan Baznas Kabupaten Blora.

 

Wakil Bupati Blora Arief Rohman serahkan mukena kepada perwakilan Ketua KUA saat lunching gerakan wakaf 1.000 mukena.

 

Agus Suwignyo S.PdI selaku Ketua Panitia Penyelenggara Gerakan Wakaf Seribu Mukena menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan insiatif dari para penyuluh agama se Kabupaten Blora yang ada dibawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora.

“Mukena yang terkumpul dan dibagikan ini berkat donasi para penyuluh agama Islam, Baznas dan pegawai Kemenag. Semoga barokah,” lanjut Agus Suwignyo.

Kepala Kemenag Blora, KH Nuril Anwar SH, MH mengucapkan terimakasih kepada seluruh seluruh Kyai dan para tokoh agama yang notabenenya adalah para penyuluh agama Islam.

“Terimakasih kepada para Kyai, Guru Ngaji dan lainnya yang sudah mendukung kegiatan ini. Penyuluh agama di Blora yang PNS ada 16 dan yang non PNS ada 150 an,” ujar Nuril Anwar.

Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si, mewakili Bupati Djoko Nugroho mengapresiasi kegiatan Wakaf Seribu Mukena yang digagas para penyuluh agama.

“Ini kegiatan yang bagus dan positif. Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora mengucapkan terimakasih atas donasinya untuk tempat ibadah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh penyuluh agama. Karena berkat mereka inilah Blora hingga saat ini tetap aman dan kondusif masyarakatnya,” ungkap Wakil Bupati.

Reporter :  Niam Jamil

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.