fbpx

25 TAHUN SUMBER MATA AIR DI MENDENREJO HILANG KARENA PEMBALAKAN LIAR

25 tahun lalu terjadi pembalakan liar di hutan Dukuh Kuwung, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora mengakibatkan hilangnya sumber mata air.
Kepala Desa Mendenrejo, Supari.

Kradenan – 25 tahun lalu terjadi pembalakan liar di hutan Dukuh Kuwung, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora mengakibatkan hilangnya sumber mata air.

Tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Mendenrejo, Supari saat menghadiri acara seremoni penanaman bibit dalam program penghijauan untuk antisipasi dampak perubahan iklim, diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional-Lembaga Manajemen Infaq (Laznas-LMI).

BACA JUGA :  PENGANGKUTAN KAYU TEBANGAN DI KPH BLORA DIDUGA ILEGAL

“25 tahun lalu di sini (Desa Mendenrejo) ada Sendang Kuwung yang airnya tidak habis-habis sampai keluar dengan sendirinya. Ada penebangan pohon secara liar, seiring berjalannya waktu akhirnya sumber mata air berkurang dan sendang mengalami kekeringan,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya penanaman 500 pohon di lahan perhutani sekitar 2 hektare tersebut bisa mengembalikan mata air yang hilang.

BACA JUGA :  ANSOR BANSER NGAWEN GELAR BAKSOS BEDAH RUMAH DAN TANAM SERIBU POHON

“Mudah-mudahan tanaman ini bisa kita rawat bersama warga. Kami berharap, mata air yang selama ini hilang bisa kembali seperti sediakala yang tiada habisnya,” pungkasnya usai menanam pohon, Selasa (11/01).

Penanaman 500 bibit dilakukan di lahan kurang lebih seluas dua hektare milik KPH Randublatung, meliputi trembesi, jagung, mangga dan lain-lain. Dari keseluruhan ada 300 pohon produksi oksigen dan 200 sisanya pohon produktif. (Jam).

BACA JUGA :  BERKAS KONTRAK KPH BLORA DENGAN KONTRAKTOR HASIL COPAS KPH KENDAL