fbpx

60 TON OKSIGEN DAN 16 MESIN PENGOLAH SAMPAH DISALURKAN BAZNAS JATENG

  • Bagikan
60 TON OKSIGEN DAN 16 MESIN PENGOLAH SAMPAH DISALURKAN BAZNAS JATENG
Ganjar saat penyerahan bantuan oksigen dan mesin pengolah sampah.

Semarang- Setidaknya ada 10 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah yang mendapatkan bantuan dari Baznas Jateng berupa 60 ton oksigen atau setara dengan RP 255 juta.

Tak hanya bantuan oksigen, Baznas Jateng juga menyalurkan bantuan berupa 16 mesin pengolah sampah untuk 16 pondok pesantren dengan nominal senilai RP 236 juta.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Baznas Jateng, pada Kyai Darodji (Ketua Baznas Jateng) yang punya krenteg bersama untuk membantu masyarakat kita yang membutuhkan di tengah pandemi. Pertama bantuan oksigen ke rumah sakit yang memang saat ini sangat dibutuhkan,” ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menyerahkan bantuan tersebut, Jum’at (30/07).

Terkait bantuan mesin pengolah sampah, Ganjar berharap bantuan tersebut dapat dioptimalkan oleh para santri- santri di pondok agar bisa lebih produktif.

“Kalau santrinya dikasih keterampilan pengolahan sampah dan dikasih mesinnya, maka kami harap mereka bisa lebih produktif. Selain menyelesaikan problem sampah, alat ini juga bisa digunakan untuk mengolah pakan ternak, sehingga bisa bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Tugurejo, Haryadi yang menerima bantuan oksigen mengatakan, bantuan oksigen dari Baznas itu sangat membantu dalam penanganan Covid-19. Sebab sebagai rumah sakit rujukan, beberapa waktu lalu persoalan oksigen memang cukup jadi persoalan.

“Tapi sekarang sudah mulai menurun, karena dari 199 tempat tidur yang kami miliki, hanya terisi 77 pasien saja. Jadi dengan bantuan oksigen ini, maka kebutuhan oksigen di rumah sakit kami semakin aman,” terangnya.

Perwakilan pondok pesantren Al Hikmah 2 Brebes, Imaduddin yang menerima bantuan alat pengolah sampah mengatakan, bantuan tersebut memang sangat dibutuhkan. Sebab salah satu masalah yang dihadapi pesantren saat ini adalah soal sampah.

“Kami mewakili pondok pesantren mengucapkan terimakasih atas bantuan ini. Mudah-mudahan ini bermanfaat. Ini tepat sekali, karena pesantren itu salah satu masalahnya adalah sampah. Kami akan bersinergi dengan masyarakat sekitar untuk menangani persoalan sampah termasuk kebutuhan pakan ternak,” pungkasnya.

Berikut 10 rumah sakit yang mendapatkan bantuan oksigen adalah RSJD Dr. RM. Soedjarwadi, RSUD Moewardi, RSJD Surakarta, RSUD Tugurejo, RSJD Dr. Amino Gondohutomo, RSUD Kelet, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSI Sultan Agung Semarang, RS Roemani Semarang dan RSI NU Demak.

Sementara 16 pondok pesantren yang mendapat bantuan alat pengolah sampah diantaranya Ponpes sirojul mukhlasin I Magelang, Ponpes API ASRI Magelang, Ponpes Al Fadlu Kendal, Ponpes APIK Kendal, Ponpes Al Hikmah 2 Brebes, Ponpes Al Hasaniyah Brebes, Ponpes Al Iman Purworejo, Ponpes An Nawawi Purworejo, Ponpes Minhajut Tholabah Purbalingga, Ponpes Al Itqon Semarang, Ponpes Raudlatul Falah Pati, Ponpes Khizinatul Ulum Blora, Ponpes Girikesumo Demak, Ponpes Rohdlotus Mubtadiin Balekambang Jepara, Ponpes Darul Falah 2 Kudus dan Ponpes Darur Ridhwan al Fadholi Pati. (Jyk)

  • Bagikan