ABAIKAN KETIMPANGAN, PEMKAB JUSTRU SOSIALISASIKAN E-RETRIBUSI PASAR




Blora- Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Dindagkop) akan menerapkan kebijakan retribusi elektronik kepada pemilik kios dan los yang berada di seluruh Pasar di Kabupaten Blora. Proses sosialisasi terkait kebijakan ini gencar dilaksanakan.

“Kemarin, kita sosialisasi di kepada pedagang Pasar Jepon dan tadi kepada pedagang Pasar Ngawen. Intinya, tidak ada kenaikan biaya retribusi. Dan penarikan retribusi akan dilakukan tiap bulan,” terang Kabid Pasar Dindagkop UMKM Blora, Zainuri, Rabu (28/11).

 

Pasar Jepon

Pasar Ngawen

 

Pedagang pasar di Blora mengeluhkan kebijakan ini. Para pedagang menyatakan belum siap dengan kebijakan ini, dan menilai besaran retribusi untuk kios dan los tersebut tidak adil.

Situasi sempat memanas saat berlangsung sosialisasi retribusi elektronik di Pasar Jepon kemarin, Selasa (27/11). Para pedagang menilai, pemerintah telah melakukan kesalahan perhitungan untuk menentukan besaran retribusi tersebut.

“Padahal, pedagang yang berjualan di dalam tidak berjualan setiap hari. Nah, kalau ditariknya bulanan, ‘kan merugikan pedagang. Para pedagang yang berusia lanjut, juga banyak yang tidak siap dengan cara ini,” ujar Bendahara Paguyuban Pedagang Pasar Jepon, Basri.

Pedagang Menilai Pemerintah Salah Hitung

Basri juga menyebutkan, jika retribusi untuk pedagang yang berjualan di los dihitung bulanan, maka jatuhnya akan lebih mahal. Pedagang yang memiliki los, akan tetap dikenakan biaya retribusi meski tidak berjualan.

“Retribusi secara bulanan itu jatuhnya lebih mahal. Soalnya, apabila pedagang tidak jualan sehari, atau dua hari, besoknya tetap harus membayar dobel. Ini kan tidak adil. Kita menilai, ini ada kesalahan perhitungan,” keluhnya.

Tak cukup itu, Basri mengungkapkan, sebenarnya kesalahan perhitungan ini telah berulang kali disampaikan paguyuban pedagang kepada pemerintah dan DPRD Blora.

“Masalah salah hitung ini berkali-kali telah kita sampaikan, di rapat-rapat bersama Dindagkop. Nyatanya, tidak ada tindak lanjut. Responnya mengecewakan, mereka bilang nanti akan dibahas lagi. Selalu gitu,” ucapnya kesal.

Respon senada juga diungkapkan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngawen, Sholeh. Alasannya pun sama, pedagang belum siap dengan retribusi elektronik dan besaran retribusi antara kios dan los yang tidak adil. (one)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.