fbpx

ADA KLUSTER BARU, BUPATI : PENJUAL DAN PEMBELI SEMUA WAJIB PAKAI MASKER

  • Bagikan
Bupati Blora Djoko Nugroho
Bupati Blora Djoko Nugroho

Blora- Di tengah meningkatnya jumlah reaktif Rapid Test di Kabupaten Blora, Bupati Blora Djoko Nugroho mengingatkan untuk waspada terhadap kluster Pasar Beras Cepu.

Hal ini disampaikan Bupati Blora saat konferensi pers di Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, bahwa jumlah reaktif Rapid Test ada 80 orang.

 

Bupati Blora Djoko Nugroho
Bupati Blora Djoko Nugroho

 

“Yang harus diwaspadai adalah jumlah reaktif Raod Test yang jumlahnya mencapai 80 orang. Apalagi saat ini ada kluster baru, yakni kluster Pasar Beras Cepu. Kluster Temboro dan Kunden telah ditracking, namun kluster Pasar Beras Cepu ini yang perlu diwaspadai, karena banyak pedagangnya dari Bojonegoro dan sudah ada 2 pedagang yang reaktif (positif) rapid-testnya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, terkait kluster Pasar Beras Cepu agar ada pembatasan jam operasional dan ketegasan protokol kesehatan selama aktifitas jual beli berlangsung di sana.

“Memang sulit, kita tidak mungkin menutup pasar. Yang paling memungkinkan adalah kita batasi operasionalnya, semuanya wajib pakai masker baik penjual maupun pembeli. Jika pedagang atau pembeli tidak pakai masker, dilarang masuk pasar. Tolong Satpol PP dan petugas terkait bisa perketat penjagaan di pasar. Tidak hanya Pasar Beras Cepu, saya harap seluruh Pasar di Kabupaten Blora juga diberlakukan seperti ini,” tegas Bupati.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto membenarkan bahwa ada potensi penularan dan penyebaran virus di Pasar Beras Cepu yang ditandai dengan adanya beberapa pedagang reaktif Rapid Test.

“Setelah dilakukan rapid-test pada pedagang, ada dua pedagang yang menunjukkan hasil reaktif. Kedua pedagang ini semuanya warga luar Cepu, yakni satu dari Padangan dan satu dari Kasiman (Bojonegoro, Jatim). pungkas Lilik. (jyk)

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: Konten dilindungi!!