fbpx

AKUN TWITTER PALSU MENJAMUR, PAKAR TI CEPU : PEMERINTAH BISA LEBIH BAIK DARI PADA THE GUARDIAN !

  • Bagikan
Buzzer hitam bekerja secara anonim atau menggunakan akun palsu, tujuannya adalah memanaskan situasi politik.

Jakarta – Media pemberitaan berskala internasional, The Guardian, mengumumkan hasil investigasi terkait kemunculan buzzer hitam dalam beberapa momentum politik yang terjadi di tanah air. Termasuk, keterlibatan buzzer hitam dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta pada 2017 kemarin.

Dalam laporanThe Guardian disebutkan, Twitter merupakan platform media sosial yang kerap digunakan para buzzer hitam dalam menyebarkan propaganda dan kebencian. Propaganda ini beredar melaui akun palsu dan menyebar saat momentum politik di tanah air tengah berlangsung.

 

Buzzer hitam bekerja secara anonim atau menggunakan akun palsu, tujuannya adalah memanaskan situasi politik.

 

Merespon laporan The Guardian, pakar Teknologi Informasi (TI) asal Cepu yang juga chairman (ketua) Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha menyarankan pemerintah melakukan langkah konkret menjelang Pemilu 2019.

“Dengan buzzer hitam ditindak hukum dan diseret ke pengadilan akan menurunkan tensi yang menghangat di media sosial,” ucapnya seperti dikutip portal berita online, Viva, Selasa (24/07).

Lebih lanjut, Pratama mengatakan pemerintah melalui kepolisian bisa bertindak dengan investigasi lebih mendalam dibanding laporan The Guardian. Apalagi, aparat penegak hukum punya segudang sumber daya manusia dan prasarana untuk membongkar di balik ‘pabrik’ akun media sosial palsu tersebut.

“Investigasi ini perlu, supaya isu tersebut tak liar dan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Bila ditindak, harapannya para buzzer hitam yang ada tidak akan melakukan hal sama dalam proses Pilpres dan Pileg 2019,” lanjutnya.

Untuk memberantas akun palsu tersebut, Pratama menyarankan pemerintah untuk menjalin kerja sama dengan platform media sosial terkait. Dalam beberapa bulan bulan terakhir ini, Twitter sedang giat membersihkan akun palsu.

 

Reporter : Ika Mahmudah

  • Bagikan