fbpx

ANAK BUAHNYA TERJERAT KASUS PUNGLI, BUPATI : JADI PEMBELAJARAN AGAR TAK TERULANG

  • Bagikan

Blora – Bupati Blora Arief Rohman mengimbau kasus yang sedang dihadapi oleh kedua ASN yakni Kepala Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora, Sarmidi dan Kepala bidang (Kabid) Pasar Dindagkop UKM Blora, Warso yang diduga terlibat pungutan liar (pungli) jual beli kios Pasar Cepu agar dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi dinas lainnya agar tidak terulang lagi. 

“Kita ikut prihatin dan kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ucap Arief saat ditemui Bloranews.com di kantornya, Selasa (12/10).

Arief mengatakan khususnya untuk persoalan pasar ini akan dikonsultasikan dengan kejaksaan Negeri Blora untuk langkah-langkah selanjutnya. 

“Kita maunya sih semua sesuai koridor hukum. Sesuai aturan yang ada,” ujarnya. 

Untuk mencegah hal tersebut kembali terulang, Arief menggandeng Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (satgas saber pungli) agar dapat memberikan pembinaan, evaluasi dan pengawasan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Jadi kita imbau karena persoalan pasar persoalan pelayanan terhadap masyarakat, penting dan strategis. Teman-teman dari dinas yang mengurusi soal pasar ini harus sesuai regulasi yang ada. Tidak boleh melakukan langkah yang tidak sesuai dengan aturan yang ada,” terangnya. 

Sementata itu, Kasi Intel Kejaksaaan Negeri Blora, Muhammad Adung mengungkapkan setelah dilakukan proses tahap 2 ke penuntut umum akan dilakukan penahanan 20 hari kedepan untuk penahanan dari jaksa penuntut umum. Yang nantinya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang. 

Adung menambahkan rencana pelimpahan akan dilakukan segera agar perkara lebih cepat selesai. 

“Secepatnya kita limpahkan supaya tidak berlarut-larut, sehingga penyelesaian untuk perkara ini lebih cepat,” pungkasnya. (Spt)

  • Bagikan