fbpx

ANGGARAN TERBATAS, BUPATI UPAYAKAN NEW ZERO STUNTING

  • Bagikan
Bupati Blora Arief Rohman mengaku dalam penanganan stunting ada beberapa hambatan yang terjadi. Anggaran tahun 2022 difokuskan infrastruktur, Bupati minta pada pihak kesehatan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Bupati Blora Arief Rohman.

Blora – Bupati Blora Arief Rohman mengaku dalam penanganan stunting ada beberapa hambatan yang terjadi. Anggaran tahun 2022 difokuskan infrastruktur, Bupati minta pada pihak kesehatan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Kami terus mengupayakan namun begitu hambatan yang terjadi sepeti cakupan layanan yang belum sesuai target maksimal, keterbatasan anggaran, tidak menutup semangat kita untuk melawan stunting ini,” ucapnya, Sabtu (27/11).

Dikatakannya dalam acara rembuk stunting tingkat Kabupaten Blora di lantai II ruang pertemuan Gedung Bappeda yang diselenggarakan Dinas Kesehatan bersama OPD terkait.

Diikuti oleh para Camat, kepala Puskesmas, Baznas dan sejumlah organisasi masyarakat lainnya. Secara virtual zoom diikuti oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.

Arief menargetkan Kabupaten Blora untuk lima tahun ke depan mampu menekan angka stunting dan angka kematian bayi untuk menuju new zero stunting. Diantaranya presentasi ibu hamil mendapat pelayanan kesehatan sesuai standart, angka kematian ibu, Presentasi Ibu bersalin mendapat pelayanan persalinan sesuai standart.

“Angka Kematian Bayi, Presentasi Bayi baru lahir mendapat pelayanan sesuai standart, Angka Kematian Balita, Balita Stunting kurang dari 14 persen pada tahun 2024, Cakupan Pelayanan Balita bisa 100%,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edy Widayat menerangkan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi yang kronis dan psiko terutama pada seribu hari kehidupan anak-anak, hingga anak usia 2 tahun.

“Banyak permasalahan kesehatan di Blora, seperti kematian ibu 21 kasus. Kematian karena covid 19, yang memiliki penyakit penyerta, kematin bayi balita, termasuk gizi buruk, tingginya pernikahan dini dan pola asuh. Hal ini yang menyebkan tingginya angka stunting,” terangnya.

Diketahui, salah satu visi misi Pemerintah Kabupaten Blora yaitu merencanakan pembangunan rumah sakit di daerah Blora selatan dan Blora barat untuk menjadi rujukan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas. (jam).

  • Bagikan