fbpx

ANGGOTA DPRD BLORA BERI SATU SET HADROH KE FATAYAT PILANG

Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Dapil 3 Kabupaten Blora, Bibi Hastuti memberikan satu set peralatan hadroh.
Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Dapil 3 Kabupaten Blora, Bibi Hastuti memberikan satu set peralatan hadroh.

Randublatung, BLORANEWS – Kunjungan anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Dapil 3 Kabupaten Blora, Bibi Hastuti memberikan satu set peralatan hadroh ibu-ibu Fatayat NU Dusun Bulakan, Desa Pilang, Kecamatan Randublatung.

Hal ini diserahkan saat momentum Hari Santri Nasional (HSN) bersama kelompok Fatayat NU Dusun Bulakan, Desa Pilang, Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Minggu (23/10). Ia mengajak para santri untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Menurutnya, HSN merupakan peringatan untuk meneladani perjuangan santri sebagai pahlawan nasional dan salah satu komponen yang ikut memerdekakan NKRI.

BACA JUGA :  TEMUKAN KINERJA 2 PUSKESMAS TAK BAIK, DPRD MINTA INSPEKTORAT LAKUKAN AUDIT

“Secara historis Hari Santri Nasional merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang kemudian melahirkan Hari Pahlawan pada 10 November,” jelas politikus PDI Perjuangan ini.

Anggota DPRD PDI Perjuangan yang suka menyambangi masyarakat ini menerangkan, HSN yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal Jakarta.

Tanggal 22 Oktober dipilih sebagai HSN karena mengingatkan pada Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama yang dicetuskan oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Resolusi Jihad ditandatangani pada 22 Oktober 1945.

BACA JUGA :  KOMISI C SIDAK PT GMM TERKAIT PENGELOLAAN LIMBAH B3

Akhirnya Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Tanggal tersebut akan mengingatkan pada perjuangan para santri saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Sekarang ini, sejak 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu, menjadi refleksi bagi golongan santri dan bangsa untuk mengingat kembali sejarah perjuangan kaum pondok pesantren dalam berjuang melawan penjajah. Menjadikan sebuah filosofi Santri Sehat Indonesia Kuat,” terang politisi yang juga alumni Darul Ulum Jombang ini.

BACA JUGA :  DASUM KETUA DPRD TERKAYA SE- JAWA TENGAH

Pada peringatan HSN 2022 ini yang bertemakan Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan, ia berharap, sebagai momentum berbenah dan menempatkan diri untuk berdayaguna. Sebab, santri saat ini dihadapkan pada situasi yang lebih berat dengan adanya perubahan global yang masif.

“Khususnya para santri di Kabupaten Blora, Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk berbenah meningkatkan kualitas sumber daya manusia santri untuk menjawab dan menghadapi tantangan dan perubahan global,” tuturnya. (jam)