fbpx

ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI TINGGI, BIDAN DIMINTA BERKOMITMEN

  • Bagikan
Sekda Blora, Komang Gede Irawadi (paling kiri) dalam peringatan HUT IBI ke- 67 di Alun-alun Blora, Minggu (29/07).

Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengakui angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan masih tinggi. Pendampingan kepada ibu hamil menjadi salah satu cara untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Blora.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi dalam puncak peringatan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke- 67 tingkat Kabupaten Blora. Agenda ini berlangsung di Alun-alun Blora, Minggu (29/07).

 

Sekda Blora, Komang Gede Irawadi (paling kiri) dalam peringatan HUT IBI ke- 67 di Alun-alun Blora, Minggu (29/07).

 

“Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Blora harus terus ditekan. Kami minta seluruh bidan bisa berkomitmen untuk ini,” harap Komang.

Komang juga menghimbau kepada bidan se- Kabupaten Blora untuk bersinergi dengan PKK dan organisasi wanita lainnya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Kami himbau seluruh bidan se Kabupaten Blora untuk bekerjasama dengan PKK dan organisasi wanita lainnya dalam melakukan pendampingan ibu hamil agar keselamatannya terjaga hingga si jabang bayi lahir,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komang juga memastikan komitmen Pemkab Blora dalam memperhatikan kesejahteraan bidan di Blora. Komang juga mengapresiasi peran penting bidan dalam menjamin keselamatan kelahiran generasi bangsa.

“Pemkab Blora berkomitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan para bidan dengan memberikan tunjangan. Sehingga kami minta para bidan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan para ibu-ibu hamil dan menyusui,” pungkasnya.

 

Reporter : Ika Mahmudah

  • Bagikan