API MENGAMUK DI WARUNG SUPINI, PENYEBAB KEBAKARAN MASIH DISELIDIKI

Kedungtuban- Kepolisian sektor (Polsek) Kedungtuban Polres Blora masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menimpa warung milik Supini (57) di tepi jalan raya Ngraho, Dusun Kedinding Desa Ngraho Kecamatan  Kedungtuban, Kabupaten Blora.

Pasalnya, pasca kebakaran hebat yang menghanguskan warung tersebut, beredar kabar bahwa dicurigai adanya sabotase. Terkait dugaan ini, aparat enggan berspekulasi lebih jauh. Saat ini, petugas mendalami kompor dan elpiji yang diduga kuat menjadi pemicu kebakaran.

“Belum arah sana (dugaan sabotase, red), kami masih dalam pendalaman lidik terkait kompor dan tabung gas elpigi (sebagai pemicu kebakaran),” ungkap Kapolsek Kedungtuban, Iptu Suharto, Rabu (09/01).

 

Kebakaran di warung milik Supini (57) di tepi jalan raya Ngraho, Dusun Kedinding Desa Ngraho Kecamatan  Kedungtuban, Kabupaten Blora

Kebakaran di warung milik Supini (57) di tepi jalan raya Ngraho, Dusun Kedinding Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora

 

Sebelumnya, api mengamuk di warung milik Supini saat ditinggal pemiliknya. Peristiwa ini diketahui oleh sejumlah remaja yang saat itu sedang berada di sebuah warung kopi, tak jauh dari warung milik Supini, Selasa (08/01) sekitar pukul 21.30 WIB.

Warga yang mengetahui peristiwa ini segera menuju ke lokasi untuk menyelamatkan barang-barang di dalam warung, sayangnya pintu warung milik wanita paruh baya ini telah terkunci. Tanpa pikir panjang, warga kemudian mendobrak pintu warung tersebut.

Api yang telah membesar, mengenai dua tabung gas yang ada di dalam warung. Alhasil, tabung gas pun menyemburkan api sehingga kebakaran makin menghebat. Api berhasil dipadamkan setelah beberapa saat dengan bantuan tanki air milik warga setempat.

“Kami mengamankan 2 unit tabung elpiji ukuran 3 kilogram yang telah terbakar. Akibat peristiwa ini, korban menderita kerugian senilai kurang lebih Rp 25 Juta,” pungkas Iptu Suharto. (jc)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.