fbpx

ATASI KEKERINGAN, BLORA ANGGARKAN 325 JUTA TAHUN INI

  • Bagikan
BPBD BLORA: 171 DESA AJUKAN AIR BERSIH
BPBD droping air.

Blora – Memasuki bulan september 2021, Sebagian wilayah Blora mulai mengalami krisis air, permintaan air bersih terus bertambah, Hingga kemarin sudah ada beberapa desa seperti Desa Kalisari, Desa Tanggel, Desa Sambongwangan Kecamatan Randublatung dan Desa Pelem Kecamatan Jati serta di Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Cepu.

Petugas Droping air BPBD Blora, Agung Tri mengatakan, droping air dilakukan karena adanya permintaan. Setiap desa diberikan bantuan empat tangki air yang dibagi langsung di lokasi kekeringan.

“Tentu saja atas bantuan air tersebut, disambut antusias oleh warga setempat. Begitu unit mobil tangki pengangkut air datang, warga setempat segera keluar rumah sambil membawa jerigen dan ember atau wadah lainnya untuk antri mendapatkan air,” ucapnya. Jumat(03/09).

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Blora Nomor : 050/326/2021 tentang penetapan status tanggap darurat bencana kekeringan di wilayah Blora 2021 bahwa status tanggap darurat bencana kekeringan meliputi 171 desa pada 14 kecamatan.

“Keputusan itu berlaku mulai pada tanggal ditetapkan 2 Agustus 2021 hingga November. Dengan anggaran penanggulangan kekeringan Rp 325 juta. Besar anggaran tersebut, sebanyak 1.300 tangki berisi 5000 liter air per tangki yang dibagikan ke desa yang membutuhkan,” terangnya.

Kepala BPBD Blora, Hadi Praseno, menyampaikan ada ada enam Kecamatan yang yang sudah diberikan bantuan air bersih yakni Ngawen, Banjarejo, jati, Randublatung, Kedungtuban dan Cepu.

“Ada dua kecamatan yang tidak mengajukan yakni Kecamtan Kradenan dan Todanan .karena kedua daerah tersebut memang tidak terdampak,” pungkasnya. (Spt)

  • Bagikan