fbpx

AYO! RAMAIKAN RUWAT AGUNG SEDULUR SIKEP

Paguyuban Sedulur Sikep Samin Nunggal Roso menggelar Ruwat Agung Sedulur Sikep. Dengan tema Anjangsana Satria Nusantara. Pinuju bebudi luhur saking lestarikke adat budaya dhamel njejekke moral titahing gusti. Acara digelar di Pendapa Kampung Samin Klopoduwur Blora.
Pamflet Ruwat Agung Sedulur Sikep.

Banjarejo, BLORANEWS – Paguyuban Sedulur Sikep Samin Nunggal Roso menggelar Ruwat Agung Sedulur Sikep. Dengan tema Anjangsana Satria Nusantara. Pinuju bebudi luhur saking lestarikke adat budaya dhamel njejekke moral titahing gusti. Acara digelar di Pendapa Kampung Samin Klopoduwur Blora.

Acara dimeriahkan pagelaran wayang. Dengan lakon Semar Mbangun Khayangan. Dalang Ki Sindhunata Gesit Widiharto dari semarang. Rencananya, Ruwat Agung Sedulur Sikep ini akan dihadiri berbagai kalangan. Mulai sedulur sikep sendiri, bupati wakil bupati, Dinporabudpar Blora, Nyi Dewi Gandung Melati, Kaki Karto (Indrakila), Romo Pandito Tjipta Utama Tanidjaja (Bali), Mbah Rosmanto (Dieng), Romo Dukun Sukarji (Tengger), Jaro Saija(Baduy) dan Ki Bopo Brotoseno Wijoyo.

BACA JUGA :  AJARAN SAMIN SUROSENTIKO DALAM NILAI KEHIDUPAN

Selain kegiatan ini, biasanya, Sedulur Sikep Samin Karangpace Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah juga rutin menggelar tradisi brokohan Suronan setiap tahun sekali di Pendopo. Kegiatan itu dilaksanakan pada malam Selasa Kliwon. Sebagai bentuk rasa syukur di bulan Suro (Tahun Jawa) setelah mereka melakukan tirakat dengan laku deder dan ngrowot selama selama 7 hari. Warga yang punya hajat biasanya yang membawa nasi tumpeng (brekat) dengan dibungkus daun jati.

BACA JUGA :  KE BLORA, RATUSAN PELAJAR REMBANG KUNJUNGI KAMPUNG SAMIN DAN PATABA

Yang menarik, selain daun jati untuk bungkus dan alas makanan, ada beberapa nasi tumpeng dengan lauk daging ayam panggang yang ditempatkan di dalam kuali yang berbahan dari tanah liat. Serta aneka makanan tradisional yang kemudian dimakan bersama-sama. (sub)