fbpx

BAMBANG TRI MENCAK-MENCAK AJUKAN BANDING DAN PECAT PENGACARA KARENA DIVONIS 3 TAHUN

  • Bagikan
Bambang Tri Mulyono, penulis buku 'Jokowi Undercover: Melacak Jejak Sang Pemalsu Jatidiri' mendapat hukuman tiga tahun penjara dariMajelis hakim Pengadilan Negeri Blora dalam sidang vonis, Senin (29/5/2017). Foto. Bloranews.com

Blora – Meski divonis lebih ringan yakni tiga tahun penjara dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) selama empat tahun, Bambang Tri Mulyono (BTM), penulis buku ‘Jokowi Undercover’ tidak diterima dengan keputusan yang diberikan oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Blora dalam persidangan yang digelar kemarin, Senin (29/5/2017). Bambang tetap mengajukan banding dan akan mengganti seluruh pengacara yang mendampinginya.

Majelis hakim yang dipimpin Makmurin Kusumastuti bersama dua hakim anggota Dwi Ananda Fajarwati dan Rr. E. Dewi Nugraheni pun menawarkan amar putusan persidangan pada BTM, apakah menerima, mengajukan banding atau pikir-pikir sebelum palu putusan hakim diketuk dalam persidangan yang digelar di ruang sidang Cakra PN Blora.

 

Bambang Tri Mulyono, penulis buku ‘Jokowi Undercover: Melacak Jejak Sang Pemalsu Jatidiri’ mendapat hukuman tiga tahun penjara dariMajelis hakim Pengadilan Negeri Blora dalam sidang vonis, Senin (29/5/2017). Foto. Bloranews.com

“Jika saudara terdakwa keberatan pada keputusan ini bisa menyatakan banding, nanti perkara saudara akan dilaksanakan ulang di Pengadilan Tinggi Semarang. Silahkan berkonsultasi dengan penasehat hukum saudara,” kata Ketua majelis hakim Makmurin Kusumastuti, setelah membacakan amar putusan.

Mendapat pertanyaan dari majelis hakim, Bambang Tri langsung menjawab tanpa berkonsultasi dengan penasehat hukumnya dengan tegas perihal pernyataan banding terhadap hasil persidangannya.

“Tidak perlu, yang jelas saya akan mengajukan banding,” tegas Bambang Tri Mulyono.

Pasca putusan hakim, BTM pun langsung meninggalkan kursi pesakitan didampingi petugas dari PN Blora menuju kendaraan tahanan. Dirinya juga mengatakan kembali akan melakukan banding terhadap keputusan tersebut, sebab keputusan yang diberikan pengadilan tidak benar.

“Keputusan itu kan gak benar, apakah saya benci Jokowi, karena dia cina kan gak mungkin. Apakah karena dia anak PKI, wong dia bukan anak PKI kok.
Saya akan banding, saya pecat semua pengacara saya,” ucapnya kepada awak media.

Dalam proses peradilan, BTM didampingi tiga kuasa hukum, yakni Ahmad Hadi Prayitno, Hendri Listiyawan Nugroho, dan Firda Novita.

Menurut Hendri Listiyawan Nugroho salah satu pengacara BTM mengungkapkan sudah berusaha secara maksimal agar tuntutan terhadap Bambang Tri dapat diringankan, pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya kepada kliennya kedepannya untuk pengajuan banding.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Keputusan hakim seharusnya juga mempertimbangkan hal lain, yang bisa lebih meringankan hukuman Pak Bambang Tri. Terkait pengajuan banding nantinya, kita serahkan keputusan tersebut pada Pak Bambang. Kami selalu dampingi klien kami, jika ini masih dianggap tidak maksimal itu adalah hak beliau,” tandasnya.

Terkait dengan BTM yang akan mengganti seluruh pengacara dalam pengajuan banding, Hendri juga menyerahkan keputusan tersebut kepada Bambang Tri. Sebab,  Bambang menganggap pengacaranya tersebut bermain kong kalikong atas tuntutan dalam kasus yang menjerat kliennya.

“Publik bisa menilai terkait itu. Karena selama ini kita disini murni membantu untuk mendampingi beliau karena adik dari Pak Bambang Sadono. Dari Pak Bambang Tri sendiri tidak ada biaya apapun, untuk menghadirkan lawyer dan saksi ahli, jadi selanjutnya kita serahkan kepada beliau,” pungkasnya.

Reporter : Ngatono

banner 120x500
  • Bagikan