Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

BAZNAS BLORA UPAYAKAN PEMBANGUNAN RUMAH UNTUK PENDERITA HIDROSEFALUS

Blora- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora terus berupaya memastikan penderita hidrosefalus, Siti Masiroh (6 bulan) tinggal di rumah yang layak. Pasalnya, pihak pembeli rumah enggan membatalkan pembeliannya.

 

Ketua Baznas Blora, KH Ali Muchdlor (baju putih) di rumah penderita hidrosefalus di Dusun Wotrangkul RT 04 RW 01 Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora

Ketua Baznas Blora, KH Ali Muchdlor (baju putih) di rumah penderita hidrosefalus di Dusun Wotrangkul RT 04 RW 01 Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora

 

“Pihak pembeli tidak berkenan membatalkan pembelian rumah. Sehingga, kita mengupayakan cara lain,” kata Ketua Baznas Blora, KH Ali Muchdlor, Selasa (06/08).

Sebelumnya, Baznas melalui pemerintah desa (Pemdes) Klopoduwur bermaksud melakukan negosiasi dengan pembeli rumah milik penderita hidrosefalus tersebut. Sayangnya, upaya ini tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Sehingga, Baznas Blora berencana membangunkan rumah sederhana untuk keluarga miskin tersebut. Terkait bahan baku pembangunan rumah, akan didapatkan dengan cara membeli dari pedagang kayu bangunan.

“Kita ada teman yang menjual material bangunan rumah dengan harga yang terjangkau. Nanti akan kawal terus,” imbuh KH Ali Muchdlor.

Menurut KH Ali Muchdlor, rencana ini akan terus dimatangkan dengan tetap mempertimbangkan opsi-opsi lain. Meski demikian, pihaknya bersiap jika pihak pembeli melakukan eksekusi (bedol, jw) dalam waktu-waktu dekat.

“Insyaallah, pembangunan akan dilakukan setelah pihak pembeli membedol rumah itu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua orang tua penderita hidrosefalus, Suparno (54) dan Darsi (48) warga Dusun Wotrangkul RT 04 RW 01 Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora terpaksa menjual rumah satu-satunya, untuk pengobatan anaknya, Siti Masiroh (6 bulan).

Kemiskinan yang dialami keluarga ini, membuat Pemkab Blora segera bertindak dengan mengupayakan pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan memasukkan dalam Basis Data Terpadu (BDT). Di sisi lain, Baznas juga diminta menyelesaikan polemik penjualan rumah yang terjadi di keluarga ini. (jay)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan