fbpx

BELUM LENGKAP, KEJARI KEMBALIKAN 2 BERKAS DUGAAN PENYELEWENGAN PERADES

Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, Jawa Tengah, kembalikan berkas perkara kasus dugaan penyelewengan dalam pengisian Perangkat Desa (Perades) ke pihak kepolisian. Kejaksaan menganggap, Dua berkas perkara tersebut masih belum lengkap, sehingga masih perlu dilengkapi atau P19.
Kasi Intel Kejari Blora Jatmiko.

Blora, BLORANEWS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, Jawa Tengah, kembalikan berkas perkara kasus dugaan penyelewengan dalam pengisian Perangkat Desa (Perades) ke pihak kepolisian. Kejaksaan menganggap, Dua berkas perkara tersebut masih belum lengkap, sehingga masih perlu dilengkapi atau P19.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Blora, Jatmiko mengatakan, Dua berkas yang dikembalikan lagi ke penyidik kepolisian yaitu berkas Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, dan Desa Beganjing, Kecamatan Japah.

“Masih dalam tahap P19. Berkasnya sudah dikirim ke kejaksaan dan saat ini masih dikembalikan ke penyidik kepolisian,” ucap Jatmiko, Senin (30/5/2022).

Jatmiko menambahkan, terdapat satu berkas lainnya yang saat ini Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah diterima oleh pihaknya.

BACA JUGA :  BERKAS KADES KENTONG DILIMPAHKAN KE KEJAKSAAN NEGERI BLORA

“Kemarin ada satu lagi desa yang sudah masuk SPDPnya, kalau enggak salah Desa Kentong,” kata dia.

Selain Tiga berkas yang sudah mulai disidik, pihaknya juga menerima perintah dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah terkait sejumlah laporan dugaan nepotisme tentang perades.

“Kalau untuk penanganan perades yang lain laporan-laporan yang masuk, kita selalu koordinasi sama penyidik (kepolisian), jangan sampai mereka (pelapor) melapor ke sana, di sini juga melapor. Jangan sampai 2 laporan kita tindaklanjuti bareng. Jadi siapa yang terlebih dahulu menangani, itulah yang menangani duluan,” jelasmua.

BACA JUGA :  INILAH KRONOLOGIS DUGAAN KORUPSI PNBP OKNUM PASUTRI POLRES BLORA

Diketahui bersama, kasus dugaan penyelewengan dalam pengisian perangkat desa (Perades) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih dalam penyelidikan polisi. Dari 10 laporan yang telah ditangani, polisi sudah menetapkan sejumlah tersangka. Namun, Kapolres Blora, AKBP Aan Hardiansyah masih enggan membeberkan identitas para tersangka tersebut. Alasannya, menghargai hak asasi manusia (HAM).

“Untuk Desa Nginggil dan juga Desa Beganjing kita sudah tetapkan ada beberapa status tersangka,” ucapnya Selasa 15 Februari lalu.

Sekadar diketahui, Polres Blora sejauh ini telah menerima sebanyak 10 laporan dari 9 desa terkait pengisian perangkat desa. Kesembilan desa tersebut yakni, Desa Nginggil, Desa Beganjing, Desa Talokwohmojo, Desa Cabean, Desa Kentong, Desa Sumber, Desa Sembongin, Desa Trembul dan Desa Jepangrejo.

BACA JUGA :  AUDIENSI SOAL PERADES TAK BOLEH BAWA HP DAN TAS

Pengisian perangkat desa (perades) sendiri dikuti sekitar 194 desa dengan jumlah lowongan perangkat sebanyak 857 jabatan sudah selesai dilaksanakan. Antusiasme masyarakat untuk mengisi lowongan tersebut sangatlah banyak. Maka tak heran, mereka rela melakukan segala cara untuk dapat menempati lowongan itu.

Beragam dugaan bermunculan terkait adanya kejanggalan. Usai pelaksanaan tes pengisian perades kali ini, banyak dari mereka yang gagal lolos perangkat desa melakukan aksi unjuk rasa dan membuat laporan ke pihak kepolisian karena merasa dicurangi. (Sub).