fbpx

BEM KHOZIN BICARA : PEMERINTAH HARUS MENJADI TELADAN MASYARAKAT UNTUK PEDULI LINGKUNGAN DAN EKOSISTEM

  • Bagikan
Muhammad amin presiden Bem stai Khozinatul ulum
Muhammad Amin ( Semester VI ) presiden mahasiswa BEM STAI Khozinatul Ulum Blora

Kota ( 04/03/2016 ) Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) STAI Khozinatul Ulum Blora menaruh perhatian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan kelangsungan ekosistem di Blora. Aktivitas eksploitasi Sumber Daya Alam ( SDA ) dengan tujuan – tujuan industri yang kian marak di Blora membuat para aktivis – aktivis muda ini khawatir. Pasalnya alih – alih membawa kesejahteraan pada masyarakat kegiatan eksploitasi ini kerap membawa dampak buruk bagi kelestarian wilayah ter-eksploitasi. Merespon kenyataan ini, BEM STAI Khozinatul Ulum pun angkat bicara. Harapan akan adanya regulasi dari pemerintah daerah untuk mengendalikan kegiatan eksploitasi SDA pun disampaikan.

BEM Khozinatul Ulum merupakan organisasi intra kampus di lingkungan STAI Khozinatul Ulum dengan anggota mahasiswa – mahasiswa dari beragam semester. Di Kabupaten Blora, BEM STAI Khozinatul Ulum Blora adalah salah satu unsur kekuatan intelektual disamping organisasi – organisasi pemuda dan mahasiswa lainnya seperti KAMABA ( Keluarga Mahasiswa Blora di Yogyakarta ) IMPARA ( Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Blora di Semarang ) dan PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ). Aktivitas BEM STAI Khozinatul Ulum banyak diwarnai dengan ragam kegiatan intelektual seperti kajian – kajian dan riset – riset kemahasiswaan.

 

Muhammad amin presiden Bem stai Khozinatul ulum
Muhammad Amin ( Semester VI ) Presiden BEM STAI Khozinatul Ulum Blora

 

Muhammad Amin ( Semester VI ) presiden mahasiswa BEM STAI Khozinatul Ulum Blora menyampaikan bahwa untuk memulai gerakan “ sadar lingkungan “ diperlukan langkah – langkah yang progressif dan konsisten. Langkah ini diperlukan, mengingat banyak gerakan dengan tema “ sadar lingkungan ” tidak banyak yang berumur panjang. Konsistensi semangat gerakan menjadi tantangan dalam dunia kemahasiswaan yang banyak melakukan kajian dengan tema beragam, tidak hanya dalam bidang pelestarian lingkungan hidup semata.

“ Tahun kemarin, mahasiswa STAI Khozinatul Ulum Blora melaksanakan KKN ( Kuliah Kerja Nyata di Kecamatan Bogorejo. Di kecamatan tersebut teman – teman mahasiswa banyak melakukan kegiatan – kegiatan dengan tema Pelestarian Lingkungan Hidup. Salah satu agenda yang mereka lakukan adalah melakukan pembersihan di kawasan Puncak Pencu Bogorejo. “ tutur Amin ketika ditemui Bloranews.com di tengah – tengah agenda Stadium Generale STAI Khozinatul Ulum Blora.

 

Gunung pencu
Gunung pencu Bogorejo

 

Kemarin STAI Khozinatul Ulum menyelenggarakan Stadium Generale ( Kuliah Umum ) dengan tema Etika Islam dalam Pemanfaatan Lingkungan Hidup di Tengah Industrialisasi Sumber Daya Alam ( baca : STADIUM GENERALE STAI KHOZINATUL ULUM BLORA : MENGKAJI PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI EKOTEOLOGI DAN EKOSUFISME ).

Gagasan besar Pelestarian Lingkungan Hidup merupakan tema yang diusung oleh STAI Khozinatul Ulum Blora dalam rangka memantapkan Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora sebagai Kampus Lingkungan Hidup di Blora.

 

, Eko Susno ( semester VI )
Eko Susno ( semester VI ) Koordinator Departemen Pendidikan BEM Khozinatul Ulum Blora

 

Kritik tajam dilontarkan oleh Koordinator Departemen Pendidikan BEM Khozinatul Ulum Blora, Eko Susno ( semester VI ). Menurutnya, Pemerintah Daerah ( Pemerintah Kabupaten Blora ) saat ini tidak serius dalam mengelola Sumber Daya Alam untuk kepentingan rakyat, bahkan kekayaan alam Blora hanya dinikmati oleh segolongan pemodal besar Kabupaten Blora.

“ Rakyat – rakyat di desa tidak banyak yang menikmati hasil kekayaan alam Blora. Dalam melakukan pemanfaatan kekayaan alam ini, Blora masih didominasi oleh para pemodal – pemodal besar. “ keluh aktivis mahasiswa jurusan Tafsir Hadis STAI Khozinatul Ulum Blora ini.

 

Kuliah terbuka
Kuliah Umum / Stadium Generale STAI Khozinatul Ulum Blora

 

Selain itu, Eko Susno juga menilai bahwa mandulnya kebijakan – kebijakan tentang lingkungan hidup di Blora disebabkan tidak adanya teladan dari pemerintah untuk mematuhi aturan tersebut. “ Para pejabat seharusnya memberikan teladan dalam bentuk kesalehan – kesalehan pribadi, misalnya mengkaji dampak – dampak eksploitasi lingkungan dengan benar. Tanpa teladan seperti ini, kebijakan – kebijakan tentang lingkungan hidup akan sulit diaplikasikan “ kritik Eko Susno dalam sesi tanya – jawab pada Stadium Generale STAI Khozinatul Ulum Blora kemarin ( 03/03/2016 ).

Semangat para aktivis – aktivis muda ini merupakan citra bahwa Kabupaten Blora memiliki para pemerhati masalah – masalah Blora. Dengan gerakan – gerakan seperti ini, Kabupaten Blora siap beranjak menjadi Kabupaten yang maju namun tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Reporter          : Eko Hadi S

Fotografer        : Az Zulfa

banner 120x500
  • Bagikan