fbpx

BENDUNG GERAK KARANGNGNONGKO SEGERA DIBANGUN, BEGINI DESAINNYA

Peta bendung gerak
Peta lokasi Bendung Gerak Karangnongko, di Bengawan Solo, antara Desa Mendenrejo (Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora) dengan Desa Ngelo (Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro).

Blora- Bendung Gerak Karangnongko akan segera dibangun. Proyek nasional yang telah digagas sejak 2013 ini, ditargetkan akan diresmikan pada 2023. Lokasinya, berada di aliran Bengawan Solo antara dua provinsi, Jateng dan Jatim.

Tepatnya, bedung gerak ini akan berlokasi di antara Desa Mendenrejo (Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Jawa Tengah) dengan Desa Ngelo (Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur).

 

Peta bendung gerak
Peta lokasi Bendung Gerak Karangnongko, di Bengawan Solo, antara Desa Mendenrejo (Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora) dengan Desa Ngelo (Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro).

 

Tahun ini baru masuk tahapan review detail desain, review kebutuhan anggaran, dan lelang yang rencananya akan dilaksanakan akhir tahun.

Proyek yang akan dimulai pada 2020 ini, dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Dirjen Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Charisal Akdian Manu, mengungkapkan, Bendung Gerak ini dibangun untuk pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air Sungai Bengawan Solo yang sangat melimpah ketika musim hujan.

“Dimana nantinya bisa dimanfaatkan untuk pasokan air irigasi dan kebutuhan air baku wilayah DAS Bengawan Solo yang hilirnya cukup luas. Volume tampungannya akan lebih besar 4 kali lipat dari Bendung Gerak Bojonegoro yang ada di Kecamatan Trucuk,” paparnya, Rabu (03/07).

Charisal menambahkan, bendungan ini didesain memiliki 9 pintu air, nantinya bisa mengaliri kebutuhan irigasi untuk lahan seluas 1.747 hektare di sisi kiri sungai atau wilayah Kabupaten Blora.

Sedangkan sisi kanan sungai akan bisa mengairi irigasi seluas 5.203 hektare di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Selain itu juga bisa untuk pemenuhan kebutuhan air baku PDAM, yang mana PDAM Blora bisa mendapatkan kuota air baku sebanyak 2,15 juta meter kubik atau 68 liter per detik.

Di Kabupaten Blora sendiri, nantinya Bendung Gerak Karangnongko ini diprediksi akan menimbulkan wilayah genangan di empat desa. Yakni Desa Ngrawoh, Desa Nginggil, Desa Nglebak dan Desa Megeri. Sehingga akan dilakukan beberapa tahapan relokasi. (jyk)