fbpx

BERAWAL DARI LITERASI YANG RENDAH, BERIKUT SEJARAH SINGKAT HARI BUKU NASIONAL

Anak-anak membaca buku di Taman Baca dan Budaya Cethik Geni.

Tepat hari ini, 17 Mei 2022 merupakan peringatan Hari Buku Nasional ke-20. Perayaan ini juga bertepatan dengan peringatan HUT Perpusnas ke-42. Dimana tercatat, latar belakang penentuan tanggal perayaan hari buku nasional memang didasari dari berdirinya Perpusnas RI pada 17 Mei 1980.

20 tahun silam, tertanggal 17 Mei 2002, Menteri Pendidikan Abdul Malik Fadjar menggagas perayaan hari buku nasional. Gagasan tersebut berangkat dari analisis rendahnya minat baca dan tulis masyarakat Indonesia.

BACA JUGA :  HARI BUKU NASIONAL, ANAK KECIL INI BERIKAN KADO KEPADA GANJAR

Berdasarkan data UNESCO kala itu, tingkat melek huruf orang dewasa di Indonesia berkisar 87,9 persen. Angka tersebut jauh dibanding negara-negara kawasan Asia Tenggara lainnya. Seperti Malaysia (88,7 persen), Vietnam (90,3 persen), dan Thailand (92,6 persen).

Kemudian, Berdasarkan laporan PISA (Programme for International Students Assesment) yang rilis per 3 Desember 2019, skor membaca masyarakat Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara, lalu skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor sains ada di peringkat 70 dari 78 negara.

BACA JUGA :  HARI BUKU NASIONAL, FOUNDER PERPUSJAL: DAERAH PELOSOK KEKURANGAN FASILITAS LITERASI

Catatan buruk tersebut tentu menjadi tamparan keras bagi Indonesia. Dan dengan adanya peranyaan hari buku nasional, diharapkan masyarakat kian semangat ber-literasi guna memperbaiki catatan buruk Indonesia di level Internasional.

Redaksi.