fbpx

BLORA PAMER SUMUR MINYAK, PRABUMULIH PAMER CITY GAS

Walikota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, Ridho Yahya
Walikota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, Ridho Yahya

Blora- Pemkab Blora berharap dapat belajar terkait program jaringan gas rumah tangga (jargas), atau city gas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan. Pasalnya, tahun 2018 kemarin, Prabumulih mendapatkan ribuan sambungan jargas.

“Kita disini untuk saling belajar. Prabumulih belajar sumur minyak tua yang nanti akan dijelaskan oleh Direktur BUMD PT. Blora Patra Energi (BPE), sedangkan kita belajar city gas,” ucap Bupati Djoko Nugroho saat menyambut rombongan Pemkot Prabumulih, Rabu (30/01) kemarin.

 

Walikota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, Ridho Yahya
Walikota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, Ridho Yahya

 

Bupati Djoko Nugroho menjelaskan, sejak dibangun lima tahun lalu, hingga kini jumlah jaringan gas rumah tangga yang mengalir di Desa Sumber Kecamatan Kradenan baru sekitar 700 sambungan saja.

Sedangkan jumlah gas yang dihasilkan dari PPGJ Blok Gundih di Desa Sumber kebanyakan dialirkan ke Tambaklorok Semarang. Kondisi di Blora berbeda jauh dengan program jargas yang berlangsung di Prabumulih.

Walikota Prabumulih, Ridho Yahya memaparkan, di Prabumulih pada tahun 2018 lalu mendapatkan tambahan 6000 sambungan rumah tangga. Melengkapi ribuan sambungan sebelumnya.

“Bagi kami kekayaan Sumber Daya Alam diberikan oleh Allah SWT untuk kemakmuran masyarakat yang ada di wilayah itu. Jika di Prabumulih ada gas alam dan minyak bumi, maka sudah seharusnya kedua SDA ini bisa memakmurkan masyarakatnya,” paparnya.

Pihaknya memotivasi Pemkab Blora untuk memperjuangkan program city gas secara serius. Pasalnya, jaringan gas rumah tangga yang tersambung ke rumah-rumah warga akan sangat dinantikan masyarakat.

“Blora harus berjuang agar jumlah jaringan gas rumah tangganya bisa meningkat,” pungkas Ridho.

Usai dialog di Pendopo Rumah Dinas Bupati, rombongan Walikota Prabumulih beranjak ke lapangan guna melihat langsung kondisi sumur minyak tua. Kegiatan dilanjutkan ke kampus PEM Akamigas Cepu lantaran Pemkot Prabumulih juga ingin mengajukan pendirian kampus migas di wilayahnya. (mus)