fbpx

BLORA TERIMA 11 RIBU VAKSIN PMK

Deal, Daging Sapi Blora bakal banjiri Jakarta. Hal ini terbukti setelah Pemkab Blora dan Pemprov DKI Jakarta deal taken kontrak kerja sama terkait jual beli sapi. Kini Pemprov DKI Jakarta melalui Perusahaan Umum Daerah (PD) Dharma Jaya sepakat untuk membeli sapi-sapi milik para peternak Kabupaten Blora.
Ilustrasi.

Blora, BLORANEWS – Peternak sapi di Kabupaten Blora akhirnya bisa sedikit tenang. Sebab, hari ini Blora akan kedatangan vaksi penangkal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Total ada 11.000 dosis. Rencananya, vaksin tersebut akan diprioritaskan untuk ternak yang kondisinya sehat.

Sekertaris Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, Hadi Praseno mengaku, hari ini tim berangkat untuk mengambil 11.000 dosis vaksin PMK di Semarang. Sudah berangkat pukul 07.00. Diperkirakan bakal sampai Blora sore nanti.

BACA JUGA :  WASPADA! PENYAKIT MULUT DAN KUKU HEWAN TERNAK

“Blora mendapap 11.000 dosis vaksin PMK. Rencananya, vaksin baru di distribusikan pada Senin mendatang. Kita prioritaskan sapi betina yang sehat di daerah yang suspeknya paling tinggi. Itu yang diobati dulu. Supaya tidak tertulari,” tegasnya.

Hadi menambahkan, setelah vaksin sampai di Blora akan disimpan di UPT Kesehatan Hewan. Sebab perlu tempat khusus.

“Saat ini sudah ada sekitar 1.505 suspek PMK. Mati sekitar 23 sapi,” jelasnya.

BACA JUGA :  23.487 HEWAN TERNAK DIDUGA ALAMI GEJALA PMK

Diketahui, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masuk di Kabupaten Blora terus menyebar. Sayangnya anggaran untuk penanganan penyakit ini belum ada. Sebab tahun ini belum dianggarkan. Penyebaran virus penyakit mulut dan kuku pada ternak ini tidak mengenal batas wilayah. Penularannya bisa melalui udara sampai 10 kilometer. Lewat ban truk juga bisa. Tanda-tanda penyakit ini jelas. Luka mulut dan kaki.

BACA JUGA :  AWAS! WASPADA PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN

Sebelumnya, Disnakkeswan Jateng, Agus Wariyanto pada Selasa (21/6) mengaku, vaksinasi kali ini merupakan tahap vaksinasi darurat. Nantinya, pada akhir Agustus vaksinasi massal akan digenjot.

“Nanti akan ada petugas khususnya, di kabupaten juga disiapkan. Kita ada tim supervisi untuk memperkuat. Kita hitung, kabupaten siap atau tidak. Vaksinasi PMK harus terprogram dan jangan menumpuk serta harus segera, sambil menunggu dari pusat,” ucapnya belum lama ini. (Sub).