fbpx

BUPATI BLORA BAKAL TINDAK TEGAS PELAKU PUNGLI BLT BBM

Ilustrasi
Ilustrasi

BLORANEWS.COM, Blora – Bupati Blora, Arief Rohman menanggapi terkait viralnya video pungli yang dilakukan okeh oknum keluarga aparat desa di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung.

Arief bakal menindak tegas pelaku pungutan liar (pungli) Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) dan Program Sembako di wilayahnya apabila tidak mentaati regulasi yang berlaku.

“Kami langsung terjunkan tim dan yang bersangkutan (oknum pelaku pungli) juga sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” kata Arief kepada awak media, Senin (19/09).

BACA JUGA :  LAGI! VIDEO PEMOTONGAN BANSOS KEMBALI BEREDAR

Dalam hal ini, lanjutnya, oknum yang merupakan istri dari aparat desa setempat juga sudah meminta maaf. Sedang uang hasil pungli, Bupati memastikan sudah dikembalikan lagi ke warga setempat.

“Yang bersangkutan (oknum pelaku pungli) sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Uang (pungli) sudah dikembalikan ke warga,” ujarnya.

Terkait kasus ini, pihaknya juga mewanti-wanti semua perangkat desa supaya tidak melakukan hal serupa.

BACA JUGA :  BERKEDOK UANG KEAMANAN, 5 PEGAWAI PASAR BLORA DIPANGGIL POLISI

“Kita akan keluarkan surat edaran untuk semua kepala desa dan Rabu (21/9/2022) mereka akan kami kumpulkan untuk diberikan arahan,” tegasnya.

Meski sudah meminta maaf dan mengembalikan uang pungli ke warga, hal tersebut juga menjadi catatan penting bagi semua perangkat desa.

“Yang bersangkutan kita bina, kalau dibina tidak bisa ya dibawa ke ranah hukum,” ujarnya.

BACA JUGA :  LAUNCING WARUNG PAKDHE, PELAYANAN ADMINDUK DAPAT DIURUS DI DESA/KELURAHAN

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu viral diberitakan beredarnya video yang menunjukkan aksi pungli.

Dimana pungli itu dilakukan oleh istri dari aparat Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung. Masing-masing warga penerima BLT BBM dan Program Sembako ditarik Rp 20 ribu. 

Dalam video berdurasi 2 menit tersebut dengan terang oknum pelaku pungli itu berdalih uang tersebut akan digunakan untuk biaya fotokopi berkas. (*)