fbpx

BUPATI BLORA: KASUS SOGO DAN KESER, BUKAN COVID-19

Bupati Blora Djoko Nugroho dalam konferensi pers terkait isu kasus Covid-19, Senin (30/03)
Bupati Blora Djoko Nugroho dalam konferensi pers terkait isu kasus Covid-19, Senin (30/03)

Blora- Bupati Blora Djoko Nugroho angkat suara menanggapi sejumlah isu kasus Covid-19 di Kabupaten Blora yang merebak beberapa hari terakhir. Klarifikasi tersebut disampaikannya pada Senin (30/03) siang tadi.

Bupati Blora Djoko Nugroho dalam konferensi pers terkait isu kasus Covid-19, Senin (30/03)
Bupati Blora Djoko Nugroho dalam konferensi pers terkait isu kasus Covid-19, Senin (30/03)

Dalam klarifikasi tersebut, Bupati menanggapi terkait adanya jenazah warga Desa Sogo Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, yang diantarkan petugas medis dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. 

BACA JUGA :  WASPADA CORONA, WALI MURID IMC TARIK PULANG PESERTA DIDIK ASAL BLORA

“Yang ada di Desa Sogo itu bukan positif Covid-19. Ibu itu meninggal karena usai keguguran. Jadi setelah keguguran di RS PKU Cepu, ia pulang ke Desa Sogo. Namun karena merasa sakit lagi, maka kembali ke rumah sakit. Belum sampai ditangani sudah meninggal dunia. Ternyata pasien punya riwayat hipertensi dan diabetes melitus,” papar Bupati.

BACA JUGA :  TERJADI PERSEBARAN, KASDIM MINTA MAYARAKAT PATUHI PROTOKOL KESEHATAN

Selain merespon kasus Sogo, Bupati juga merespon kasus yang terjadi di Desa Keser Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Pihaknya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan kabar yang belum jelas kebenarannya.

“Jadi yang warga Keser itu sebelumnya kerja di Jakarta sebagai penjaga toko. Karena tetangga tokonya ada yang positif Corona maka tokonya diliburkan oleh juragannya dan diminta untuk pulang. Namun di Blora justru beredar kabar bahwa orang ini pernah kontak dengan positif Corona, jangan percaya,” pungkasnya. (arf)

BACA JUGA :  SATU PAHLAWAN PENANGGULANGAN COVID-19 BLORA TELAH BERPULANG