fbpx

BUPATI BLORA KRITIK PENYELENGGARAAN PELAYANAN HAJI KEMENAG BLORA

  • Bagikan
Foto : Humas Pemkab Blora

Blora  Bupati Blora mengkritik pelayanan ibadah haji Kementerian Agama Blora. Kritikan ini dilontarkannya pada Penutupan Manasik Haji Blora pada Selasa (18/07) di Pendopo Bupati Blora. Repotnya calon jamaah haji untuk mendapatkan suntik vaksin menengitis menjadi salah satu poin kritikan Bupati Blora terkait penyelenggaraan ibadah haji.

 

Foto : Humas Pemkab Blora

 

“Masak hanya untuk mendapatkan suntik meningitis saja harus ke Juwana. Apa Blora tidak mampu melaksanakan sendiri? Disini ada Dinas Kesehatan kan? Ayo diusahakan, ini juga bentuk peningkatan pelayanan haji maupun umroh. Peningkatan pelayanan itu merubah yang lama jadi cepat, yang mahal jadi murah dan yang jauh jadi dekat,” kritik Djoko Nugroho.

Selain itu, Bupati Blora juga menyoroti kebijakan pengisian kuota kosong jamaah haji. Pasalnya menurut Bupati, yang terjadi selama ini jika ada yang batal berangkat maka kursi kosong itu diisi oleh jamaah haji dari daerah lain. Ia memberikan contoh, semisal Blora memperoleh kuota haji sebanyak 700 jamaah. Namun karena ada sesuatu hal terdapat 20 jamaah batal berangkat, maka 20 orang ini harus digantikan oleh daftar antrian dari Kabupaten Blora sendiri.

Nuril Anwar, Kepala Kemeterian Agama Blora merespon kritikan Bupati Blora terkait pengisian kuota kosong dan suntik vaksin menengitis di luar daerah tersebut.

“Kebijakan pengisian kuota kosong yang disebabkan oleh pembatalan keberangkatan di Jawa Tengah masih berada di tangan provinsi, sehingga jika ada yang batal berangkat maka akan kita laporkan ke provinsi dan disanalah yang menentukan penggantinya. Jadi penggantinya tidak pasti dari kabupaten yang bersangkutan,” terang Nuril Anwar.

“ Untuk suntik meningitis di Juwana itu adalah anjuran dari biro perjalanan haji atau umroh, diluar dari yang diatur Kemenag. Nanti akan kita kumpulkan seluruh biro perjalanan haji bersama Dinas Kesehatan agar suntik meningitis bisa dilakukan di Blora saja. Saran Bupati sangat tepat untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Redaksi / Humas Pemkab Blora

banner 120x500
  • Bagikan
error: Konten dilindungi!!