fbpx

BUPATI KOKOK : 17 RIBU PEMUDIK BLORA JADI DUTA KESEHATAN

  • Bagikan
Bupati Djoko Nugroho dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP
Bupati Djoko Nugroho dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP

Blora- Bupati Djoko Nugroho dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora menyampaikan saat ini sudah ada lebih dari 17 ribu pemudik pulang ke Blora. Senin (13/04).

 

Bupati Djoko Nugroho dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP
Bupati Djoko Nugroho dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP

 

“Sudah banyak saudara kita yang mudik dengan jumlah lebih dari 17 ribu orang. Ketika situasi normal, mereka menjadi duta ekonomi yang membantu keluarga di desa. Tapi kali ini saya minta kepulangan saudara semua bisa menjadi duta kesehatan, dengan tetap di rumah selama dua minggu dan jangan berinteraksi dengan orang lain dulu,” ucap Bupati.

Didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, dan Kepala Bidang Perhubungan, Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub), Bambang Soegiyatno, Kokok mengatakan bahwa hingga saat ini Blora masih nihil Covid-19.

“Kalau kita melihat perkembangan Nasional maupun Jawa, dan Jawa Tengah, angkanya terus bertambah. Alhamdulillah Blora hingga saat ini masih belum ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kita patut bersyukur dan terus meningkatkan kewaspadaan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kokok dalan konferensi persnya mengingatkan, bahwa ini bencana non alam. Orang yang terkena, tidak akan pernah tahu dan mereka yang meninggal, sebagai syuhadak. Ketika dimakamkan, pihaknya meminta warga Blora tidak ada yang menolak.

“Penolakan jenazah korban Covid-19 tidak boleh terjadi di Kabupaten Blora. Punyalah hati nurani. Sebagai contoh kasus di Semarang, salah satu petugas medis RS Kariyadi banyak berjasa menyembuhkan pasien Covid-19, namun dirinya sendiri justru kena dan meninggal, jenazahnya ditolak oleh warga. Itu tidak boleh terjadi di Blora,”  terangnya.

Dalam kesempatan ini pula, Bupati Kokok menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora telah menyiapkan makam umum untuk korban Covid-19, di daerah Polaman, Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora.

“Saya minta warga Kecamatan Blora Kota, khususnya lingkungan sekitar Polaman, Desa Sendangharjo bisa memaklumi ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita semuanya, aamiin,” pungkas Bupati.(jyk)

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: Konten dilindungi!!