BUPATI KOKOK ANCAM TUTUP E-WARONG YANG KULAKAN DARI LUAR BLORA

Bupati juga menekankan calon pelaku e-Warong untuk tidak memperpanjang mata rantai pemasok beras dan telur. Menurut bupati, cara terbaik memasok barang untuk e-Warong adalah dengan prinsip dari warga untuk warga.

“Jangan memperpanjang rantai supplier. Nanti kasihan masyarakat, karena pasti harga mahal juga. Kalau bisa, dari warga untuk warga lagi. Terlebih tentu petani yang dirugikan. Saya minta semua waspada rantai supplier,” ucapnya.

 

Contoh kartu e-warong

Contoh kartu e-warong

 

Bupati juga meminta, para pelaku e-Warong agar menyampaikan hasil sosialisasi ini kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang merupakan pengguna kartu e-Warong.

“E-Warong ini bagus. Kalau dulu bantuan berbentuk tunai, sekarang pakai voucher. Selanjutnya di tukar dengan beras dan telur. Nominalnya Rp 110 ribu. Tapi saya minta digunakan di masing masing tempat (desa). Jangan disalahgunakan. Ini penting bukan sepele,” pungkasnya.

Sosialisasi ini juga dihadiri perwakilan BNI 46 Cabang Cepu sebagai bank penyalur, dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Sri Handoko.

Reporter : Saiful Huda

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan