fbpx

BUPATI MEMINTA MAAF TERKAIT KASUISTIK MENINGGAL COVID SAAT ISOMAN DI CEPU

  • Bagikan
BUPATI MEMINTA MAAF TERKAIT KASUISTIK MENINGGAL COVID SAAT ISOMAN DI CEPU
Bupati Blora saat audiensi terkait warga Cepu yang isoman meninggal dunia.

Blora – Bupati, Arief Rohman meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Blora lantaran adanya kasus warganya yang meninggal dunia ketika menjalani isolasi mandiri (isoman). Hal ini disampaikannya saat diskusi dengan Direktur RSUD Blora, Direktur RSUD Cepu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PMD di ruang pertemuan Bupati.

“Setelah diskusi panjang, kami MOHON MAAF kepada masyarakat karena ada kesalahpahaman antara pihak RSUD Cepu dengan keluarga jenazah,” ucap Bupati Blora, Selasa (06/07).

Menurutnya, secara aturan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit memang tidak ditarik biaya karena akan diklaimkan ke Pemerintah Pusat.

“Jika jenazah yang bersangkutan sebelumnya telah dirawat inap dan meninggal di rumah sakit tersebut. Namun jika jenazah pasien Covid-19 ini meninggalnya saat isolasi di rumah (isoman_red), dan ingin meminta bantuan rumah sakit untuk melakukan pemulasaraan seperti kasus yang diberitakan. Maka harus ada surat keterangan resmi dari Satgas Desa atau hasil pemeriksaan swab yang menerangkan bahwa jenazah tersebut terpapar Covid-19 sebagai dasar klaim rumah sakit agar tidak menarik biaya dari keluarga,” terangnya.

Pihaknya berharap, kasus serupa tidak terjadi lagi di wilayahnya.

“Semoga ini bisa menjadi pembelajaran kita bersama kedepannya, agar tidak terulang lagi,” tambahnya.

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya akan bentuk tim relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 tingkat Kecamatan dan Desa agar jika ada jenazah yang diduga terpapar virus ini cukup ditangani di wilayah masing-masing.

“Kita harus gotong royong, pelatihan akan dilakukan. Akan kita gandeng beberapa ormas untuk ikut bergabung,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan adanya warga yang sedang isoman meninggal dunia. Korban dinyatakan Covid-19 dari hasil pemerikasaan laboratorium RS PKU Muhammadiyah Cepu. Dikarenakan tetangga korban tidak berani mengurus jenazah, pihak keluarga meminta bantuan RSUD Cepu untuk pemulasaraannya dan dikenai biaya jutaan rupiah.

Meski bisa diklaimkan, pihak keluarga korban sudah menyatakan ikhlas dan tidak akan memperpanjang masalah ini. (Jay)

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan