fbpx

CAPAIAN KREDIT UMKM JATENG LAMPAUI PERMINTAAN NASIONAL

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Jawa Tengah sebagai yang terbesar se-Indonesia, melebihi permintaan nasional sejak tahun 2016.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kanan, batik merah).

Semarang – Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Jawa Tengah sebagai yang terbesar se-Indonesia, melebihi permintaan nasional sejak tahun 2016.

Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY, Aman Santosa mengatakan UMKM di Jawa Tengah ini persentasenya sudah mencapai dari kredit UMKM mencapai 45 persen. Ini lebih tinggi daripada permintaan Presiden yaitu 35 persen. Di Jateng sudah mencapai 45 persen lebih.

BACA JUGA :  TAJ YASIN: SAATNYA UMKM BERSAING SECARA GLOBAL

“Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah tahun 2021 totalnya mencapai Rp 42 triliun. Dengan porsinya mencapai 18 persen,” terangnya usai mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo di Rapat Koordinasi Daerah dan Pleno TPKAD Se-Jawa Tengah di kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jateng-DIY, di Kota Semarang, Selasa (22/3).

Pihaknya akan mengevaluasi dan membuat program baru agar bisa melayani masyarakat dengan baik. Mengingat masih banyak yang belum mendapat KUR sehingga masyarakat ada yang terpaksa lari ke pinjaman online (pinjol) atau ke rentenir dan sejenisnya.

BACA JUGA :  PELAKU UMKM DI BLORA DIHARAP MELEK DIGITAL

Data OJK mencatat UMKM di Jateng ada sekitar 4 juta. Dari hasil survei mereka, pelaku UMKM mengalami kesulitan pada soal pemasaran. Selanjutnya, UMKM terkendala di pembiayaan.

“Mereka yang kesulitan mencari kerja bisa menjadi entrepreneur. Sehingga masyarakat yang mempunyai usaha baru, mulai berkembang, mulai bagus agar usaha mereka bisa lebih gede. Lainnya bisa meniru enterpreneur juga,” papar Gubernur Ganjar. (Jam).

BACA JUGA :  NETIZEN DI INDONESIA CAPAI 73 PERSEN BERPELUANG TINGKATKAN EKONOMI DIGITAL