CEGAH DBD, GEDUNG SEKOLAH DAN RUMAH WARGA DI-FOGGING

Kedungtuban- Sejumlah warga di Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak, petugas sosial dan kesehatan setempat menginisiasi pengasapan untuk membunuh jentik nyamuk.

 

Kepala MI Assalam 2 Wado

Petugas melakukan fogging (pengasapan) di Gedung MI Assalam 2 Wado Kecamatan Kedungtuban

 

Rukayah (26), warga Desa Wado RT 02 RW 03 Kecamatan Kedungtuban mengaku bersyukur dengan langkah ini. Pasalnya, tiga minggu sebelumnya, anaknya yang masih balita terserang DBD dan sempat menjalani perawatan medis.

“Tiga minggu yang lalu, anak saya terkena DBD. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Jadi kita sangat bersyukur dengan adanya fogging ini,” ucapnya kepada Bloranews.com, Rabu (30/01).

Dalam kegiatan fogging yang berlangsung hari ini, tak hanya menyasar rumah-rumah warga. Tetapi juga sejumlah ruang kelas di gedung-gedung sekolah. Meski demikian, kegiatan fogging tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar.

“Kami mengapresiasi. Apa lagi, tak hanya di rumah warga tetapi juga di tempat-tempat pendidikan. Fogging di ruang kelas tadi, berlangsung lancar,” ucap Kepala MI Assalam 2 Wado, Slamet.

Kegiatan ini, terselenggara berkat kerja sama antara Dinas kesehatan Kabupaten Blora, Puskesmas Kedungtuban, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Kedungtuban. Secara keseluruhan, sebanyak 180 rumah di 3 desa, dan sejumlah tempat pendidikan difogging.

“Kita laksanakan di tiga desa, yakni Wado, Kedungtuban, dan Ngraho. Selain fogging, kita juga sosialisasikan tentang 3M ke warga,” jelas Bidan Desa Wado, Desantia Wijayanti. (nzr)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan