fbpx

CENGAH PENYALAHGUNAAN SENJATA, PULUHAN ANGGOTA POLRES BLORA JALANI PSIKOTES

  • Bagikan
Tes psikologi dan tes penggunaan senjata kepada anggota Polres Blora di aula Arrya Guna Mapolres Blora, Senin (16/10).

Blora – Puluhan anggota Polres Blora mengikuti psikotes kepemilikan senjata api (senpi) di Aula Arrya Guna Mapolres Blora, Senin (16/10/17) kemarin. Hal itu untuk remaja menghindari penyalahgunaan dalam pinjam pakai senjata api milik kedinasan terutama personil Brigadir remaja yang keseharian melakukan pengamanan dan pengawalan objek vital.

 

Tes psikologi dan tes penggunaan senjata kepada anggota Polres Blora di aula Arrya Guna Mapolres Blora, Senin (16/10).

 

Ada 76 personel yang ambil bagian dalam psikotes ini terbagi dalam dua kategori tes, yakni tes perpanjangan sebanyak 14 Orang dan 62 orang dari personil Sabhara dengan prioritas senjata Bahu/Laras panjang. Psikotes ini dilaksanakan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jawa Jateng.

Ketua Tim Tes Psikologi dari Biro SDM Polda Jateng AKP Ahmad Dartono mengatakan tes itu bertujuan untuk mengetahui karakter masing-masing personel Polri calon pemegang Senjata Api (Senpi Genggam maupun Senpi Bahu / Laras panjang), guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

“Untuk yang lulus tes ataupun pemeriksaan Psikologi calon pemegang Senjata Api Organik Polri, akan mendapatkan surat rekomendasi pinjam pakai senpi dan setelahnya diharapkan untuk tidak menyalahgunakan Senpi tersebut,” tuturnya.

 Di hadapan puluhan peserta psikotes senpi Kabag Sumda Kompol Rubiyanto menegaskan, tidak semua anggota kepolisian dibolehkan memegang senjata api. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi anggota kepolisian, termasuk mengikuti psikotes.

“Bagi anggota yang sedang memiliki masalah keluarga, mengalami gangguan kejiwaan atau depresi. Kemudian anggota yang sedang mengidap penyakit kronis, kurang aktif dalam bertugas, tidak diperbolehkan untuk memegang senjata api dinas,” tegas Kompol Rubiyanto sebelum pelaksanaan psikotes.

Reporter : Niam Jamil / Humas Polres Blora

  • Bagikan