fbpx

CERITA CAPRAGA, DITAWARI RP 150 JUTA UNTUK TUTUP MULUT

Banyak kisah apik yang dialami oleh Calon Pernagkat Desa Gagal (Capraga) dibalik dugaan kecurangan perekrutan Perangkat Desa (Perades) di Kabupaten Blora. Salah satunya dialami oleh Budi Ismail. Dia mengaku pernah ditawari Rp 150 juta untuk tutup mulut dan tidak melanjutkan gerakannya memprotes keruwetan Perekrutan Perades.
Ketua Capraga Blora, Budi Ismail.

KOTA, Bloranews – Banyak kisah apik yang dialami oleh Calon Pernagkat Desa Gagal (Capraga) dibalik dugaan kecurangan perekrutan Perangkat Desa (Perades) di Kabupaten Blora. Salah satunya dialami oleh Budi Ismail. Dia mengaku pernah ditawari Rp 150 juta untuk tutup mulut dan tidak melanjutkan gerakannya memprotes keruwetan Perekrutan Perades.

Ketua Capraga Blora, Budi Ismail berharap kasus kecurangan pengisian perangkat desa terungkap. Budi mengaku pernah dibungkam dengan uang agar berhenti mengusut kecurangan tes perangkat desa.

BACA JUGA :  HEBOH! AKSI PKN BLORA DIJEJERI WARGA BENTANGKAN BANNER “LANJUTKAN PERADES”

“Kami bangkit untuk membongkar kecurangan Perades. Kami pernah ditawar Rp150 juta untuk tidak melanjutkan gerakan ini. Ada dari orang-orang dibalik pengisian, inisialnya S,” ungkapnya.

Dia berharap, aparat penegak hukum serius dan mau untuk menangkap “dalang” dibalik keruwetan Pengisian perangkat desa ini. Bukan hanya “wayangnya” saja.

Begitu juga dengan Seno Margo Utomo. Dia menegaskan pernah ada tawaran berupa uang miliaran rupiah untuk berhenti dari pergerakan menuntut kecurangan Perades. Pihaknya menolak dan menyebutkan nama yang menyuap.

BACA JUGA :  ANEH! DAPAT NILAI TERTINGGI, WARGA TALOKWOHMOJO GAGAL IKUTI PELANTIKAN PERADES

“Ada tawaran satu miliar itu benar. Bahkan tawaran sekarang nilainya lebih tinggi,” tegas mantan anggota DPRD Blora ini. (sub)