fbpx

DESA DI CILACAP INI RINTIS WISATA KAMPUNG DURIAN

Salah satu desa di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap tengah merintis objek wisata kampung durian. Desa tersebut ialah Desa Pesanggarahan. Tentu saja langkah ini untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.
Wisata Kampung Durian di Desa Pesanggarahan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.

Cilacap, BLORANEWS – Salah satu desa di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap tengah merintis objek wisata kampung durian. Desa tersebut ialah Desa Pesanggarahan. Tentu saja langkah ini untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Pesanggrahan, Tugiman menuturkan, sebelumnya jalan desa tersebut rusak parah. Adanya betonisasi jalan sangat dirasakan oleh masyarakat. Selain akses transportasi juga meningkatkan perekonomian.

“Dampaknya di perekonomian sangat meningkat. Dan, kita sedang membangun Kampung Durian, Wisata Kampung Durian karena akses jalan sudah baik, akses mudah dan nyaman,” ujarnya, Senin (8/8)

BACA JUGA :  LIBUR LEBARAN, WISATA DI BLORA TETAP BUKA

Kampung Durian sendiri merupakan edukasi wisata terutama di bidang budidaya durian dan palawija yang lain. Nantinya, bagi wisatawan selain dapat belajar budidaya tanaman, juga dapat menikmati buahnya.

Tahun 2019 lalu, jalan penghubung empat desa di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Jalan sepanjang delapan kilometer. Melintasi Desa Pesanggrahan, Desa Karang Jengkol, Desa Keleng dan Desa Ciwuni.

Dibangun dari dana gotong royong. Yakni anggaran Bantuan Gubernur Rp 7 miliar, anggaran Pemerintah Pusat Rp 5 miliar dan Pemerintah Kabupaten Rp 4 miliar. Kondisi jalan dulunya berupa aspal yang sudah rusak karena sering dilintasi truk galian C. 

BACA JUGA :  TUNJUNGAN, SATU DESA DENGAN TIGA TEMPAT WISATA

“Dulunya rusak, aspal rusak karena dilalui truk batu. Tapi sekarang sudah ditata bagus. Otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena untuk hasil pertanian dulu dipikul, sekarang sudah bisa pakai motor atau mobil,” papar Tugiman.

Salah seorang tokoh warga setempat, Tugiyo, dampak ekonomi sangat signifikan. Petani juga bisa menjual hasil panen dengan kendaraan tidak dipikul. Desa yang mayoritas petani ini menghasilkan berbagai hasil bumi diantaranya singkong, cengkeh, kelapa, makanan tradisional semacam gadung.

BACA JUGA :  TEMPAT WISATA DI BLORA KEMBALI DIBUKA

“Dalam satu tahun ekonomi sangat meningkat tajam. Terlihat warung-warung muncul di pinggir jalan banyak banget. Dan juga agrowisata Kampung Durian baru rintinsan saja itu wisatawan terutama pesepeda luar biasa. Dulu mustahil bersepeda sekarang banyak yang bersepeda, cari singkong bakar, gadung goreng dan durian kalau musim,” ungkapnya. (jam).